Select Menu
Select Menu

Favourite

KABAR CIREBON

INDRAMAYU

MAJALENGKA

CIREBON

KUNINGAN

JABAR

WONG CILIK

Seni Budaya

Kuliner

» » Derita TKW Asal Cirebon di Timur Tengah Saat Ramadan Tiba


Unknown 21.34 0


CIREBON - “Kondisi TKW (Tenaga Kerja Wanita, red) asal Indonesia yang berada di Timur Tengah pada bulan puasa justru semakin diporsir tenaganya, mereka bekerja hampir tanpa istirahat, tidurpun paling banyak hanya 2,5 jam saja dalam sehari, selebihnya kembali mengurusi pekerjaan,”

Begitulah kenang Watiah (41), mantan  Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sudah sepuluh tahun menjelajahi negara-negara Timur Tengah untuk bekerja menjadi pembantu rumah tangga. Watiah berangkat pertama kali pada tahun 2000 dan menjadi pembantu rumah tangga selama dua tahun di Arab Saudi, selanjutnya, dengan kelipatan durasi yang hampir sama, ia terus berpindah dari Qatar, Bahrain, Abu Dhabi, hingga Jordan.

Seolah mengenang pengalaman buruk, Watiah melanjutkan kisah betapa beratnya para TKI  di negeri-negeri minyak setiap bulan Ramadan tiba.

“Jika puasa, kita bekerja mulai jam 9 pagi untuk beres-beres rumah majikan. Selepas Zuhur, mulai memasak didampingi setumpuk pekerjaan lainnya. Terus begitu, sampai wakt berbuka dan makan malam. Sahur pun kita harus masak lagi, baru beres pekerjaan jam 6 pagi,” ungkap perempuan asal Desa Pangenan Kidul Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon tersebut, Rabu (2/7).

Saat ditanya soal upah yang diterimanya, Watiah menjawab, tidak ada bedanya dengan bulan-bulan selain Ramadan. Padahal menurutnya, dia merasa lebih banyak dilibatkan dalam pekerjaan rumah, disamping itu, kondisi fisiknya sedikit menurun lantaran sedang berpuasa.

“Gaji sama saja, paling kalau majikannya perhatian ya nanti pas hari rayanya dikasih baju. Pokoknya kalau bulan puasa TKW pasti capek, apalagi kalau di Arab rumah besar-besar itu rata-rata pembantunya cuma satu,” lanjut Watiah.

Selain Watiah, Suanah (38), mantan TKW asal Desa Rawaurip Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon yang sudah tiga kali ke Saudi Arabia juga menyatakan hal yang sama, menurutnya, para TKW sempat bersama-sama bekerja di satu tempat merasa  terkuras tenaganya selama bulan puasa.

“Sangat kurang istirahat, tidur ya cuma sebentar, gaji sih tetap segitu,” ujar Suanah. (cipost)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama