Select Menu
Select Menu

Favourite

KABAR CIREBON

INDRAMAYU

MAJALENGKA

CIREBON

KUNINGAN

JABAR

WONG CILIK

Seni Budaya

Kuliner


INDRAMAYU - Lengkapnya bernama Jian Al Maarij. Gadis kelahiran Indramayu 15 Juli 1992 ini berhasil menyingkirkan ratusan kontestan dalam ajang pemilihan Duta Terumbu Karang (Coral Reef Ambassador) yang digelar oleh IGCN (Indonesia Global Compact Network),  sebuah gerakan korporasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada November tahun 2013. Berbekal dari prestasi tersebut, Jian pun terpiih menjadi Duta Terumbu Karang ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) dan terbang ke negeri Gingseng Korea Selatan, awal Juli 2014 lalu.

Untuk mengetahui apa saja tugas dari seorang Duta Terumbu Karang ASEAN yang dilakoni Jian, berikut rangkuman wawancara Reporter Cirebon Post dengan remaja penuyuka tempe ini.

Bagaimana proses awal menjadi Duta Besar Terumbu Karang ASEAN?
Mulanya saya menjadi Duta Terumbu Karang dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Selama menjadi Duta Terumbu Karang di kampus, saya dituntut untuk membuat sebuah proyek tentang terumbu karang kemudian proyek tersebut saya presentasikan di Jakarta, tepatnya di PPM Manajemen. Hingga akhirnya saya dan satu teman lain terpilih menjadi Duta Tumbu Karang dan terbang ke Korea Selatan untuk menghadiri acara Korea-ASEAN 2nd Youth CSR Conference.

Proyek apa yang Jian presentasikan waktu itu?
Proyek yang saya buat selama beberapa bulan di antaranya dalam bidang pendidikan, yakni memberikan materi seputar pelestarian terumbu karang kepada para pelajar setingkat SMP.

Metodenya sederhana, yaitu belajar dan berkarya sambil bermain. Saya juga menggelar workshop membuat clay terumbu karang, membuat motif batik biota laut, membuat karya kerajinan dari clay, yakni semacam malam atau tanah liat yang saya olah sendiri bahan bakunya, saya buat dari bahan sederhana, tepung terigu dicampur lem dan pewarna. Kemudian karya-karya tersebut dipresentasikan dan dipamerkan di Jakarta.

Apa saja pengalaman yang didapat ketika dan setelah berada di Korea?
Acara konferensi digelar di Kyung Hee University, Korea Selatan. Tentu, di sana saya mendapatkan banyak pengalaman dan juga teman baru. Dalam acara Korea-ASEAN 2nd Youth CSR Conference tersebut saya mendapatkan pengalaman paling menarik, yakni Indonesia didaulat untuk memberikan presentasi pertama kali sebelum negara peserta lainnya. Di sanalah saya merasa berharga karena harus mengenalkan Indonesia kepada dunia.

Dari mana saja negara peserta acara tersebut?
Ada lima negara, yakni saya mewakili Indonesia, kemudian ada juga dari Malaysia, Filipina, Singapura dan Vietnam.

Apa saja tugas dari seorang Duta Terumbu Karang?
Lumayan banyak. Pokoknya terkait tentang pelestarian terumbu karang dan biota laut. Salah satu tugas Duta Terumbu Karang adalah melaksanakan program sosialisasi ke penyedia trip/perjalanan, supaya tidak sembarangan. Misalkan, mengingatkan wisatawan untuk tidak berdiri di atas karang ketika melakukan kegiatan snorkeling atau menyelam. Karena sebuah karang, bila patah sedikit pun, akan mati seluruhnya. (Cipost)


INDRAMAYU - Sebanyak 15 mobil dinas telah ditarik dari mantan pejabat Pemerintah Kabupaten Indramayu. Kelima belas mobil yang ditarik itu menghasilkan nilai perolehan sebesar Rp 1,021 miliar.

Mobil yang ditarik selama rentang waktu Mei sampai Juli 2014 itu kini diparkirkan di halaman Dinas Keuangan Daerah Indramayu, di Jalan RA Kartini, Kecamatan Indramayu.

Mobil dinas itu terdiri dari enam jenis, seperti Toyota Kijang, Daihatsu, Isuzu Panther, dan Suzuki Carry.

Kepala Bidang Akuntansi dan Aset DKD Indramayu, Wita Suwita mengatakan, setelah mobil dinas berhasil ditarik dari para mantan pejabat, selanjutnya akan dilelang oleh pejabat pelelangan negara, dan uangnya masuk ke kas daerah dalam APBD.

Suwita mengatakan, penarikan mobil dinas dibutuhkan untuk kepentingan tertib administasi. "Saat ini kami masih menginventarisir dulu untuk bisa masuk ke tahap pelelangan," ujarnya, Selasa (15/7/2014).

Menurut Suwita, uang yang diperoleh dari hasil pelelangan nantinya bisa digunakan untuk membeli mobil dinas baru bagi SKPD yang belum memilikinya. Menurutnya, mobil dinas itu akan dipakai sebagai alat operasional.

Dia menyebutkan, mobil dinas yang telah ditarik itu sebelumnya berada di tangan para pejabat yang bertugas di dinas-dinas, seperti perdagangan, kebersihan, sumber daya air, pertanian, dan lain-lain. Totalnya terdapat 15 dinas yang tercatat di DKD Indramayu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Ahmad Bahtiar sempat mengatakan, pihaknya akan memperketat syarat dalam pemberian ijin pinjam pakai mobil dinas yang hingga kini masih dipakai oleh mantan pejabat yang telah pensiun.

Menurut dia, syarat yang lebih ketat soal pinjam pakai dilakukan agar penggunaan mobil dinas bisa sesuai dengan kebutuhan.

"Kami akui ada sejumlah mobil yang masih dipakai mantan pejabat. Akan tetapi, prakteknya bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk organisasi atau lembaga yang masih terkait dengan kegiatan pemerintahan," ujarnya.

Dia menjelaskan, sistem pinjam pakai mobil dinas diperbolehkan dalam peraturan perundang-undangan. "Selama tidak ada masalah, sistem pinjam pakai bisa dilakukan," tuturnya.

Berdasarkan catatan "PRLM", adanya mobil dinas yang masih berada di tangan mantan pejabat memberi pengaruh terhadap pengelolaan aset Pemkab Indramayu.

Keinginan Pemkab Indramayu memperoleh opini wajar tanpa pengecualian dari BPK pada akhrinya terkendala oleh banyaknya aset daerah yang tidak tercatat dan tidak jelas keberadannya. Mobil dinas yang masih belum terinventarisir menjadi salah satu penyumbang ketidakjelasan aset tersebut.

Asisten Administrasi Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, sempat mengatakan, untuk memperoleh hasil laporan keuangan WTP, Pemkab Indramayu harus berani menarik sejumlah kendaraan dinas yang masih dikuasai oleh para mantan pejabat di Kabupaten Indramayu.

"Upaya penarikan kendaraan dan aset lainnya yang masih dikuasai oleh para mantan pejabat, mampu menciptakan pengelolaan aset daerah untuk meraih WTP," ujarnya. (PRLM)

CIREBON - Tempat penukaran uang di sejumlah perbankan umum dan BPR di Kota Cirebon Jawa Barat diserbu warga sejak mulai melayani penukaran uang beberapa hari lalu.

Sebelumnya Bank Indonesia Kantor Perwakilan Cirebon telah menggandeng puluhan bank umum dan BPR di Wilayah III Cirebon untuk penukaran uang.

Pantauan di lapangan stok uang baru kebanyakan telah habis sebelum pukul 10.00 WIB karena banyaknya warga yang menukarkan uang.

Seperti yang terjadi di Bank BPR (PD Bank Pasar) Kota Cirebon yang berlokasi di Jalan Talang, salah satu petugas di kasir bank tersebut, Hendra menyebutkan antusias warga menukarkan uang baru cukup tinggi.

Dia menuturkan untuk penukaran uang dibatasi hanya Rp1,7 juta per orang dan bisa dalam nominal yang berbeda.

"Kalau stok masih cukup banyak, penukaran bisa di atas Rp1,7 juta," katanya, Selasa (15/7/2014).

Salah satu warga, Lusi (28) yang ditemui di Bank Pasar Kota Cirebon menuturkan dirinya sengaja menukarkan uang untuk keperluan Idulfitri.

"Buat bagi-bagi ke saudara atau keponakan, kalau lebaran biasanya minta ampau," tuturnya (bisnisjabar)

CIREBON - Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) memberikan 2.000 paket sembako secara cuma-cuma kepada warga di sekitar kampus, Selasa (15/7/2014). Pemberian paket sembako itu berlangsung dalam acara pembukaan pasar murah Ramadan di kampus 1 Unswagati, Jalan Pemuda Kota Cirebon.

Adapun ke-2.000 paket sembako itu berisi beras dan mi instan. Ribuan warga yang telah diundang untuk menerima bingkisan berdatangan sejak pagi.

Rektor Unswagati, Prof Johan Wiradinata mengatakan, pemberian paket sembako dan pasar murah Ramadan merupakan acara rutin yang selalu digelar Unswagati. "Tujuannya untuk menjalin tali silaturahmi di antara warga, dan antara warga dengan Unswagati, dan warga dengan pejabat daerah karena kami juga mengundang bupati dan wali kota," ujarnya seusai pembukaan pasar murah.

Tak hanya pemberian paket sembako, kata dia, Unswagati juga memberi santunan kepada 100 anak yatim. Dana santunan berasal dari civitas akademika Unswagati dan donatur.

Sementara untuk pasar murah, Unswagati memberikan subsidi 20 persen untuk setiap barang yang dijual. Karena itu harga pangan dan sandang yang dijual di pasar murah Ramadan lebih terjangkau masyarakat. (tribun)

CIREBON - Mengisi kegiatan sosial di bulan Ramadan, mahasiswa yang tergabung dalam rumah kita (RK) Universitas Swadaya Gunungjati (Unswagati) Cirebon, melakukan penggalangan dana di beberapa titik di Kota Cirebon. Dana yang terkumpul akan diberikan kepada sejumlah anak yatim.

“Rencananya minggu depanuang ini akan kami salurkan kepada sejumlah yayasan yatim piatu, yang mana mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita semua,” kata koordinator kegitan, Ares (22) di sela penggalangan dana di lampu merah Cipto Kota Cirebon, Senin (14/7).

Dia mengatakan, bakti sosial memang menjadi agenda rutin yang selalu digelar setiap tahun. Biasanya, baksos digelar setiap bulan Ramadan yang dananya didapat dari hasil sumbangan para anggota dan orang lain yang peduli terhadap anak-anak kurang mampu.

“Baksos kita agendakan setiap tahun minimal sekali. Biasanya digelar pas bulan Ramadan dengan memberikan bantuan dari penyumbang. Ini akan terus dikembangkan,” kata dia.

Menurutnya, tujuan utama dari baksos adalah agar kita bisa melihat lebih dekat orang-orang yang tidak beruntung. Apalagi menyantuni anak yatim dan dhuafa juga sesuai yang disarankan Nabi Muhammad SAW. Dalam baksos nanti, rumah kita akan memberikan santunan dalam bentuk uang, sembako dan takjil.

“Tapi dalam praktiknya nanti ada juga teman-teman yang memberikan bingkisan alat sekolah. Itu biasanya improvisasi yang akan berkembang. Tapi budget utama sumbangan yang diberikan berupa uang, selanjutnya mungkin bisa buka puasa bersama,” ungkapnya.

Mengingat masih membutuhkan dana, maka Ares berharap banyak pihak yang bisa memberikan sumbangkan. Karena dengan semakin banyak dana yang terkumpul. Maka akan menambah rencana yang akan dijalankannya.

“Saat ini baru terkumpul dana sebesar Rp1,5 juta, makanya kami akan lakukan hingga minggu depan agar uangnya sedikit lebih besar dan dapat menyentuh lebih banyak anak yatim,” kata pria asal Tanggerang ini.

Senada angkota rumah kita, Norma (21) mengaku sangat senang berdiri berjam-jam di setiap sudur lampu merah, mulai dari jalan Cipto, Pemuda hingga Jalan Siliwangi sambil membawa kotak terbuat dari dus.

“Hanya ini yang bisa kami lakukan, karena uang yang terkumpul dari teman-teman belum cukup. Makanya kami rela berpanas-panasan mencari para dermawan yang rela menyisihkan uangnya,” ujar mahasiswa berparas imut ini. (CNC)

CIREBON - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon akan melakukan rekapitulasi penghitungan suara hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden untuk tingkat Kabupaten Cirebon, dilaksanakan di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon yang berada di Kompleks perkantoran Kabupaten Cirebon, Rabu (16/7).

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cirebon Saefudin Jazuli mengatakan, saat ini seluruh PPK se-Kabupaten Cirebon sudah merampungkan penghitungan suara di tingkat kecamatan. “Semua saksi dari masing-masing kubu sudah menerima hasilnya dengan baik, karena mereka mengikuti seluruh tahap rekapitulasi dari tingkat TPS,” katanya.

Saefudin menegaskan, pihaknya memilih Gedung DPRD Kabupaten Cirebon sebagai lokasi rekapitulasi tingkat kabupaten, karena Asrama Haji Watubelah yang sempat digunakan untuk rekapitulasi suara Pileg beberapa waktu lalu, tidak bisa digunakan pada jadwal yang telah ditentukan pihaknya.

Meskipun demikian, Saefudin menjamin bahwa Gedung DPRD juga cukup memadai untuk rekapitulasi suara. Dengan dua calon yang ada, ia memastikan bahwa pendukung yang akan mengikuti jalannya rekapitulasi tidak akan sebesar pada pileg yang di mana banyak pendukung parpol dan caleg yang berbeda.

Menurut Saefudin, kapasitas Gedung DPRD Kabupaten Cirebon cukup untuk menampung 200 orang. Oleh karena itu, masing-masing kubu tim sukses dan pendukung calon akan mendapatkan jatah undangan sekitar 100 orang. “Itu yang bisa masuk di dalam ruang rekapitulasi, sisanya masih bisa menunggu dan menyaksikan proses penghitungan suara di luar gedung,” ujarnya.

Sementara itu Kapolres Cirebon AKBP Irman Sugema mengatakan, pihaknya akan menurunkan sekitar 300-400 personel gabungan. Jumlah itu diakui Irman memang lebih sedikit dari personel yang dikerahkan saat rekapitulasi suara pileg yang mencapai 500 orang.

Kendati demikian, Irman menegaskan, jumlah pendukung yang lebih sedikit dan hanya dua kubu yang bersaing dipastikan akan mengurangi kerawanan terhadap gangguan keamanan. “Namun kami tetap antisipasi dan tidak akan meremehkan potensi konflik. Jika dibutuhkan, personel tambahan yang sudah bersiaga akan siap dikerahkan kapan saja,” ujarnya. (Adk/CNC)

CIREBON - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon telah menyiapkan beberapa tenaga medis yang terampil untuk membantu masyarakat dalam menghadapi ganguan jiwa. Hal itu sejalan dengan tingginya angka pasien yang berobat ke puskesmas 15-20 persen disinyalir alami ganguan jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto meminta kepada masyarakat Cirebon untuk tidak ragu untuk mengecek kejiwaannya di beberapa puskesmas di Kota Cirebon. Menurutnya, hingga saat ini, beberapa masyarakat masih belum sadar, bahwa gangguan jiwa dan mental kemungkinan terjadi bagi semua orang.

"Kami sudah sebar tenaga terampil dibeberapa puskesmas untuk mengatasi gangguan jiwa. Masyarakat tidak sadar, bahwa marah dan susah tidur merupakan gejala awal masyarakat alami gangguan jiwa berat," kata Edi, saat dihubungi melalui saluran telepon, Senin (14/7).

Dengan adanya pemeriksaan di setiap puskesamas, kata Edi, dapat membantu petugas puskesmas untuk melakukan deteksi dini penyakit mental dan gangguan jiwa.Dari penangan deteksi dini tersebut, pihaknya dapat mengetahui, apakah masyarakat tersebut terkena gangguan jiwa atau tidak.

"Dari pemeriksaan tersebut, indikator untuk terkena gangguan cukup besar. 25-30 persen orang yang telah melakukan pemeriksaan, secara positif alami gangguan jiwa ringan, penyebabnya tidak lain karena stress sehingga menyebabkan orang tersebut mudah marah dan kurang tidur," jelasnya.

Dia juga mengeluhkan, belum adanya rumah sakit daerah yang khusus untuk penangan orang jiwa. Padahal, dikatakan dia, sesuai dengan undang-undang Kesehatan Jiwa, seharusnya orang dengan masalah kesehatan jiwa mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa. Hanya saja, karena tidak adanya rumah sakit jiwa di wilayah 3 Cirebon, makanya, sejak tahun 80-an pihaknya kerap mengirimkan penangan orang jiwa ke Rumah Sakit di Bandung dan Bogor.

"Idealnya sih harus ada di Cirebon, ini untuk menampung pasien jiwa se wilayah 3 Cirebon. Mungkin kedepannya kami akan usulkan hal itu kepada Provinsi," ujarnya.

Menurutnya keberadaan rumah sakit khusus kejiwaan sangatlah penting di wilayah Cirebon. Hal ini dikarenakan, saat ini kondisi kejiwaan sangat membantu dalam menangani orang stress di wilayah Cirebon.

Walau begitu, dia berharap seandainya rumah sakit orang jiwa tidak ada di Cirebon. Beberapa rumah sakit daerah yang ada dapat dimaksimalkan, karena untuk Sumber Daya Manusia (SDM) dokter jiwa yang ada sudah mencukupi.

"Soal dokter, saya pikir tenaga yang ada sudah siap, tinggal bagaimana kita pikirkan sarana dan prasaranya,” tandasnya. (CNC)
 

CIREBON - Warga Desa Pegagan Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon digegerkan dengan ditemukanya sesosok bayi yang belum diketahui jensinya yang sudah membusuk di areal persawahan di desa tersebut.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Dani Kustoni membenarkan adanya penemuan mayat bayi yang terpendam di areal persawahan di Desa Pegagang Lor pada Minggu (13/7) sore oleh seorang anak yang sedang bermain bersama teman-temanya.

“Benar, ada bayi ditemukan sudah membusuk di persawahan di wilayah hukum Polsek Kapetakan,” kata Dani, Senin (14/7) melalui telepon selularnya.

Menurutnya, dirinya saat ini sedang berada di Bandung, sedang melakukan rapat koordinasi dengan pimpinan. Kabar tersebut, kata Dani, masuk kepadanya malam hari dan kini kasus penemuan bayi tersebut sedang dalam penyelidikan dan memintai keterangan sejumlah saksi.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak desa setempat, untuk mencari ibu yang tega membuang anaknya. Sementara untuk motifnya belum diketahui, bisa saja hasil hubungan gelap ataupun karena factor ekonimi sehingga tega membuang bayi tak berdosa itu,” katanya.

Terpisah, petugas di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon, Didin membenarkan adanya mayat bayi yang diperkirakan berusia tujuh bulan. Sementara untuk jenisnya belum diketahui.

“Perempaun atau laki-laki kami belum tahu, karena kondisi tubuhnya sudah tidak berbentuk, dan kini masih tersimpan di kamar mayat,” katanya singkat. (CNC)

CIREBON - Memasuki tahun ajaran baru, Yayasan Al Muhibbin menggelar taaruf bagi siswa-siswi yang sekolah di bawah naungan yayasan baik Taman Kanak-Kanan Alquran (TKQ), maupun Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Muhibbin Pasalakan Kecamatan Sumber.

Panitia penerimaan siswa baru TKQ, Suci Rizki Amalia mengatakan, TKQ Al Muhibbin telah menerima siswa sebayak 46 anak dari 78 anak yang mendaftar. Melihat antusias warga mendaftarkan anaknya ke TKQ Al Muhibbin, kata Suci, pihaknya sangat berterima kasih, meskipun banyak anak-anak tidak dapat diterima di TKQ Al Muhibbin.

”Alasan kami adalah untuk efektifitas belajar, karena ruang belajar untuk siswa TKQ, kami baru dua kelas,” kata Suci dihadapan orang tua siswa TKQ Al Muhibbin.

Menurutnya, bukan pihaknya menolak, hal itu dilakukan agar anak didik TKQ belajar lebih maksimal tidak terlalu sempit.

Dirinya berharap tahun mendatang yayasan dapat menambah ruang belajar, hingga keinginan orang tua untuk anaknya bisa belajar di TKQ Al Muhibbin, dapat terpenuhi.

”Doakan saja mudah-mudahan tahun depan dapat menambah ruang belajar, hingga harapan orang tua dapat menyekolahkan anak-anaknya di TPQ Al Muhibbin, bisa terpenuhi,” katanya.

Hal yang sama juga diutarakan panitia penerimaan siswa baru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Muhibbin, Khurmatul Khuriyah, SDIT Al Muhibbin tidak dapat menerima seluruh siswa yang mendaftar di sekolah yang baru berdiri tiga tahun lalu.

”Mekipun baru berusia tiga tahun, namun minat warga mendaftarkan anaknya di SDIT Al Muhibbin cukup tinggi,” ujar Khurmatul.

Pihaknya terpaksa harus menolak beberapa siswa, yang telah mendaftar ke SDIT Al Muhibbin, karena ruang belajarnya tidak memungkinkan untuk diisi lebih dari 30 siswa per kelasnya.

”Efektifnya satu kelas di isi maksimal 30 siswa, hingga siswa dapat konsentrasi menyerap seluruh pelajaran,” kata Khurmatul. Khurmatul menjelaskan, SDIT Al Muhibbin hanya bisa menerima siswa 56 anak dari 67 anak yang mendaftar.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Muhibbin, Ust Moh. Bahrudin mengatakan, kepercayaan orang tua siswa menyekolahkan anaknya di TKQ maupun di SDIT Al Muhibbin, merupakan modal bagi yayasan untuk menciptakan siswa-siswa yang sholeh dan sholehah dan bertaqwa tidak hanya pintar.

”Kami tidak ingin siswa-siswi yang belajar di sekolah Al Muhibbin baik TKQ maupun SDIT hanya pintar saja, tujuan kami adalah menciptakan siswa-siswi yang sholeh dan sholehah dan bertaqwa,” kata Bahrudin.

Orang tua, kata Bahrudin, jangan memikirkan ruang belajar yang masih kurang, karena itu semua tugas pengurus yayasan. Terpenting di sini orang tua sudah mempercayakan anak-anaknya untuk dididik sesuai dengan kurukulum yang berlaku.

“Bahkan di sini ditambah ketika lulus dari TKQ dan SDIT Al Muhibbin, anak-anak telah khatam Alquran,” ujar Bahrudin.

Bahrudin menyampaikan, bahwa TKQ mendapatkan rangking ke 3 kordinator Qiroati tingkat Kota/Kabupaten Cirebon, sedangkan SDIT Al Muhibbin meskipun baru tiga tahun beridiri mendapat rangking kedua tingkat Kecamatan Sumber.

”Ini sebuah prestasi, meskipun baru tiga tahun berdiri kiprah siswa-siswi SDIT diperhitungkan di tingkat kecamatan,” ujar Bahrudin. (CNC)

CIREBON - Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Cirebon jelang arus mudik akan mendirikan posko di sepanjang jalur yang akan dilalui pemudik khususnya jalur Pantura. Posko mudik tersebut akan disebar dibeberapa titik yang saat ini masih dalam pembahasan pengurus PMI Cabang Kabupaten Cirebon.

“Saat ini pengurus PMI Cabang Kab. Cirebon tengah mempersiapkan posko mudik mejelang hari raya Idul Fitri 1435 H, untuk jumlah titik yang akan didirikan kami masih membahasnya,” ujar ketua PMI Cabang Kabupaten Cirebon, Hj. Sri Heviyana Dedi Supardi, Senin (14/7)

Heviyana menjelaskan Posko mudik yang akan didirkan ditempati oleh relawan, mereka akan bertugas di setiap posko tersebut standby selama 24 jam terutama pada saat jadwal padat mudik dan puncak mudik. “Posko mudik ditempati oleh relawan yang sudah terlatih,” kata Heviyana.

Kebiasaan selama ini, kata Heviyana, menjelang hari raya Idul Fitri warga Jakarta atau Bandung yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur mulai melakukan konvoi untuk mudik ke daerah asalnya. “Biasanya mereka berkelompok menggunakan kendaraan roda dua pulang ke daerah asalnya untuk merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga,” kata Heviyana.

Untuk itulah, tambah Heviyana, PMI akan mendirikan posko-posko PMI di sejumlah titik yang rawan. Para relawan PMI sudah terbiasa melaksanakan tugas seperti itu sehingga akan mudah memantau dan melayani masyarakat saat membutuhkan pertolongan.

“Relawan kami di PMI sangat profesional dalam bidang kemanusiaan. Mereka dengan segenap hati akan terus membantu para pemudik dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan pada saat itu,” kata Heviyana.

Selain memantau para pemudik, ungkap Heviyana, PMI Cabang Cirebon juga tetap akan tetap memantau daerah-daerah yang rawan banjir. “Pasalnya, saat ini musim hujan tidak menentu, PMI berharap masyarakat di Kabupaten Cirebon tetap khusyu menjalankan ibadah ramadhan dan tetap tenang dalam menjalani hari raya Idul Fitri tahun ini,” pungkasnya. (Bagja/CNC)

JAKARTA - PT XL Axiata Tbk (XL), perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia, tak pernah berhenti melakukan terobosan demi mewujudkan kualitas jaringan yang kuat dengan didukung produk-produk yang menawarkan paket hemat untuk pelanggan. Salah satunya adalah implementasi program “Transformasi Jaringan” yang dimulai akhir tahun 2013. Hasil dari proyek ini antara lain berupa peningkatan kecepatan rata-rata akses internet hingga 150 % dari sebelum ada proyek khusus ini.  

VP Service Partnership Management XL - I Gede Darmayusa mengatakan, Sebagai pilot project, pihaknya telah mengimplementasikan Transformasi Jaringan ini di Jakarta, Bogor, Surabaya, dan Malang. Untuk sementara masih di area terbatas di setiap kota. “Pada tahap selanjutnya tentu akan kami perluas, termasuk ke kota-kota lainnya yang penggunaan layanan datanya cukup tinggi. Dimulai di pertengahan 2014 ini, proyek yang sama telah diimplementasikan di Bandung dan Bali,” ungkapnya melalui rilis yang CNC tereima, Senin (14/7).

Gede menambahkan, di daerah Tebet, Jakarta Selatan, salah satu area pilot project, kualitas jaringan telah berhasil ditingkatkan secara signifikan. Dia menyebut, kecepatan rata-arat akses internet mampu mencapai minimum 1.2 Mbps di sejumlah lokasi. Kualitas jaringan yang bagus ini tidak hanya bisa dirasakan pelanggan saat berada di dalam gedung, namun juga di area terbuka, termasuk di dalam rumah, pasar, atau pun jalan umum. XL berharap, kecepatan akses internet ini bisa terus ditingkatkan hingga mencapai 5 Mbps.

Selain mampu meningkatkan kecepatan akses internet, proyek ini juga mampu peningkatan kualitas layanan voice dan kecepatan pengiriman SMS. Evaluasi dan pemantauan secara menyeluruh terus dilakukan di keempat kota tersebut di atas. Untuk mendukung proyek ini, XL telah melakukan pendekatan baru untuk desain jaringan di RAN, transmisi dan core, serta mengimplementasikan teknologi terbaru. XL bekerja sama dengan dua perusahaan yang memiliki keahlian di bidang jaringan telekomunikasi seluler, yaitu PT Ericsson Indonesia dan PT Huawei Tech Investment.

Program Transformasi Jaringan merupakan program yang dilakukan sebagai inisiatif untuk meningkatkan kualitas jaringan PT XL Axiata, Tbk yang diharapkan dapat memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan dalam menggunakan layanan/produk XL. Program ini dijalankan dengan meningkatan kualitas jaringan melalui modernisasi, desain menyeluruh, implementasi yang tepat waktu, akselarasi alih teknologi 2G menuju 3G dan optimasi, serta memadukannya dengan aspek bisnis seperti merancang strategi pemasaran, prioritasi penjualan dan strategi distribusi yang tepat untuk meraih pengalaman terbaik bagi pelanggan.

Dengan melayani sekitar 68,5 juta pelanggan, saat ini jaringan XL di seluruh Indonesia diperkuat dengan lebih dari 45.600 ribu BTS (Base Transceiver Station, 2G/3G) juga jaringan backbone fiber optic yang membentang di sepanjang pulau Jawa dan tersambung melalui jaringan kabel bawah laut ke Sumatera, Batam, Kalimantan dan Sulawesi. (CNC)

CIREBON - Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Cirebon turun tipis. Hingga Minggu (13/7/2014), harga telur ayam Rp 19000 per kilogram dari semula Rp 19500 per kilogram.

Pedagang telur di salah satu pasar di Cirebon, Ade mengatakan, telur ayam cenderung naik-turun. Dua pekan sebelum Ramadan harganya Rp 17500 per kilogram. Kemudian saat munggah menyentuh Rp 19500 per kilogram dan masuk Ramadan turun tipis ke angka Rp 19000 per kilogram.

Meski Ramadan tinggal dua pekan lagi, Ade mengaku belum ada lonjakan pembelian telur ayam untuk kebutuhan kue. Dia menduga, warga sudah membeli telur jauh sebelum Ramadan dan langsung dibikin kue kering.

Sejauh ini, kata dia, pasokan lancar. Persediaan telur ayam pun mencukupi kebutuhan. (tribun)

CIREBON - Dua pekan Ramadan, harga daging ayam di Cirebon terus turun. Harganya tak semahal saat menjelang Ramadan atau munggah.

Di Pasar Kramat, Kota Cirebon misalnya, hingga Minggu (13/7/2014), harga daging ayam Rp 28 ribu - Rp 29 ribu per kilogram. Saat munggah, harga daging ayam Rp 34 ribu per kilogram.

Sri, pedagang daging ayam mengatakan, memasuki Ramadan harga daging ayam perlahan turun.
"Sampai hari ini harganya dua puluh sembilan ribu perak (rupiah) per kilogram," kata Sri, Minggu (13/7/2014) pagi.

Tak hanya daging ayam, harga daging sapi juga turun. Dari semula sempat menyentuh Rp 110 ribu per kilogram, hari ini harganya Rp 95 ribu per kilogram.

"Sudah turun jadi sembilan puluh lima ribu perak (rupiah) per kilogram," kata salah seorang pembeli, Yani disela berbelanja di Pasar Kramat. (Tribun)
 

CIREBON - Sebanyak 142 petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon akan diterjunkan selama mudik dan balik Lebaran. Petugas itu akan memantau jalannya arus mudik dan balik, termasuk menghitung jumlah kendaraan yang lalu lalang di jalur mudik.

"Ada 142 personel dibagi ke dalam 10 pos," kata Kepala Dishub Kabupaten Cirebon, Abdul Muthalib di kantornya, Sumber, Senin (14/7).

Kabupaten Cirebon menjadi kabupaten yang kerap dilintasi pemudik baik yang melintasi jalur utama Pantura maupun jalur alternatif. Jutaan kendaraan pun lalu lalang saat mudik dan balik Lebaran. (tribun)

CIREBON, TRIBUN - Pasar tumpah di sepanjang Jalur Pantura Kabupaten Cirebon patut menjadi perhatian para pemudik. Sebab, keberadaan pasar tumpah itu kerap menjadi penyebab terjadinya kemacetan.

Setidaknya ada tujuh pasar tumpah di Kabupaten Cirebon. Pasar itu antara lain Pasar Tegalgubug di kawasan Arjawinangun, Pasar Minggu di Palimanan, Pasar Pasalaran di Plered, Pasar Kue Weru, Pasar Mundu, Pasar Gebang, dan Pasar Losari di kawasan paling ujung timur Kabupaten Cirebon.

Dari tujuh pasar itu, sebagian besar beroperasi setiap hari, dan hanya beberapa yang beroperasi pada hari-hari tertentu saja. Seperti Pasar Tegalgubug misalnya. Pasar sandang itu hanya beroperasi setiap Selasa dan Sabtu pukul 03.00-12.00. Sementara di luar dua hari itu, pasar tersebut sepi.

Karena itu, Pasar Tegalgubug pun hanya tumpah setiap Selasa dan Sabtu. Para pedagang menjajakan pakaian hingga ke bahu jalan dengan kios ala kaki lima.

Pasar Gebang juga demikian. Meski pasar itu beroperasi setiap hari, hanya hari-hari tertentu yang tumpah hingga ke jalan, yakni pada hari pasaran. Hari pasaran di Pasar Gebang terjadi setiap Rabu.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Abdul Mutholib mengatakan, pasar-pasar tradisional yang berada di sepanjang Jalur Pantura menjadi perhatian Pemkab Cirebon selama musim mudik. "Jangan sampai ada pasar tumpah yang mengganggu pemudik sehingga menyebabkan kemacetan," katanya di kantornya, Sumber, Senin (14/7).

Karena itu, kata dia, Dishub Kabupaten Cirebon menerjunkan sejumlah petugas guna mengurai kemacetan di pasar-pasar tradisional di sepanjang Jalur Pantura. "Per pasar dua orang petugas diterjunkan," ujarnya.

Selain menerjunkan petugas, kata Abdul, Dishub Kabupaten Cirebon juga akan menertibkan kios-kios pedagang agar tak sampai berdiri di bahu jalan. Demikian juga dengan angkutan umum dan becak agar tak berhenti sembarangan dan menyebabkan macet. (tribun)

CIREBON - Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi mengklaim, jalur mudik di Kabupaten Cirebon sudah siap dilalui. Kondisi jalan sudah baik sehingga layak untuk digunakan. Demikian dengan rambu-rambu lalu lintas siap dipasang, dan PJU sudah menyala.

Terkait jalur alternatif yang notabene merupakan jalan kabupaten, Sunjaya mengatakan, perlahan sudah dirapikan. Jalan itu pun siap digunakan saat mudik nanti. "Biasanya kalau jalur utama macet, jalur alternatif yang digunakan," ujarnya saat berkunjung ke Kantor Dishub Kabupaten Cirebon, Senin (14/7).

Sunjaya pun mengimbau kepada pedagang, sopir angkutan umum, dan penarik becak agar tak berhenti sembarangan di titik-titik rawan macet seperti pasar tradisional. Semua harus rapi, agar para pemudik nyaman. (tribun)

CIREBON, TRIBUN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon akan memasang rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalur mudik pada H-7 Lebaran. Rambu-rambu itu dipasang untuk memudahkan pemudik agar tak kesasar di jalan.

Kepala Dishub Kabupaten Cirebon, Abdul Muthalib mengatakan, sejauh ini rambu-rambu lalu lintas di jalan milik Kabupaten Cirebon kurang lengkap. Karena itu, menjelang mudik, rambu-rambu akan dilengkapi.
"Rencana H-7 Lebaran dipasang semua supaya memudahkan pemudik, terutama di jalur-jalur alternatif," kata Abdul di kantornya, Sumber, Senin (14/7).

Untuk PJU, Abdul menyebut sudah terpasang. Jalanan pun menjadi terang saat malam atau cuaca mendung sekalipun. (Tribun)

CIREBON - Beralasan tidak ada anggaran untuk melakukan sensus penduduk, akibatnya Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon tidak punya data jumlah keluarga miskin terbaru. Saat ini data kemiskinan di kota udang ini masih menggunakan data sensus tahun 2010 lalu. Tercatat ada 17.903 rumah tangga kemiskinan di Kota Cirebon atau 66.536 jiwa.

Berdasarkan data kemiskinan tahun 2010 tercatat sebanyak 7.732 rumah tangga  (28.763 jiwa)
berstatus mendekati miskin, 9.397 rumah tangga (34.940 jiwa)  berstatus miskin dan 774 rumah tangga (2.833 jiwa) menyandang predikat sangat miskin. Artinya ada sebanyak 17.903 rumah tangga (66.536 jiwa) yang masuk dalam kategori kemiskinan di Kota Cirebon.

“Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti merupakan daerah terbanyak dihuni penduduk dengan kategori sangat miskin. Dan saat ini kami belum tahu berapa jumlah pastinya, karena memang belum ada sensus terbaru,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Statistik Bappeda Kota Cirebon, Ayyub Khan, Senin (14/7).

Dengan belum adanya update data terkini melalui sensus penduduk. Pihaknya belum bisa memastikan kapan akan dilakukan sensus penduduk, lagi-lagi pihaknya terbentur anggaran. “Untuk melakukan sensus penduduk butuh anggaran yang tidak sedikit, sampai saat ini kami tidak ada anggaran. Padahal semua tahu, untuk mengetahui jumlah nyata keluarga miskin hanya dengan melalui sensus,” tegas  ayyup.(Pos Kota)

MAJALENGKA - Satuan Polisi Pamong Praja, Kepolisian, TNI serta Polisi Militer dan Kejaksaan lakukan razia terhadap galian C, karena ada belasan galian C tanah liat yang diperuntukan pengurugan ruas tol Cikampek-Palimanan-Kertajati yang disinyalir tidak berizin, Senin (14/7/2014).

Razia yang dimulai dari lokasi galian pasir di Kelurahan Munjul, kemudian ke tiga lokasi galian tanah liat di Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong serta Burujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi ternyata semua telah menutup lokasi galiannya.

Sayangnya pelaksanaan razia yang melibatkan aparat gabungan disertai Dinas Pengelolaan Sumber dara Air dan Pertambangan ini diduga bocor sehingga tak membuahkan hasil, semua lokasi galian yang didatangi berhenti beroprasi, padahal satu hari sebelumnya tepatnya Minggu (13/7/2014), sejumlah lokasi galian di wilayah tersebut masih beroprasi. Puluhan truk pengangkut tanah liat dan pasir berlalulalang melintasi ruas jalan Tonjong-Jatiwangi.

Di sejumlah lokasi galian di Karayunan yang berada di sebelah barat pemukiman penduduk, nampak antri menunggu muatan hingga ke jalan raya. Biasanya disetiap pintu keluar lokasi galian menuju jalan raya ada seorang petugas yang mengatur keluar masuk kendaraan menuju lokasi.

Namun ketika oprasi dilakukan tidak ada satupun bendera merah yang biasa dipegang petugas jaga ketika mengatur lalulintas kendaraan pengangkut tanah di pintu masuk ke lokasi galian.

Kepala Satuan Polisi Pamong praja Kabupaten Majalengka, Yusanto Wibowo mengatakan, operasi yang dilakukannya bersama aparat kepolisian dan kejaksaan serta TNI tersebut adalah langkah hukum sebagai penegakan peraturan daerah terhadap para pelanggar serta perusakan alam yang tidak memperhatikan lingkungan.

“Disinyalir ada penambangan illegal di wilayah tersebut, namun ketika didatangi ternyata semua telah berhenti beroprasi,” ungkap Yusanto. (PRLM)

MAJALENGKA - Debit air Bendung Rentang di Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka mulai menurun seiring dengan semakin berkurangnya curah hujan di wilayah hulu, kondisi tersebut berdampak pada pengairan sejumlah areal pesawahan di sebagian wilayah Jatitujuh, Indramayu dan Cirebon.

Menurut keterangan Koordinator Petugas Jaga Pintu Bendung Rentang, Irdam, Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Rentang kini hanya 22.21, air tersebut disalurkan melalui Saluran Induk Sindupraja sebesar 29,200 meter kubik per detik, serta untuk Saluran Induk Cipelang sebesar 19,069 meter kubik per detik, untuk wilayah hilir sebanyak 56,188 meter kubik per detik. Sisa air yang ada setiap Senin dan Kamis disalurkan untuk memenuhi kebutuhan air minum di wilayah Indramayu.

Debir air terbesar di salurkan untuk wilayah Indramayu dan Cirebon, sedangkan debit air untuk Kabupaten Majalengka hanya kecil saja sehubungan posisi sawah yang ada di wilayah Majalengka berada di atas permukaan air.

“Kondisi air sekarang terus menurun, kemarin ada hujan namun ternyata tidak berdampak banyak pada pasokan air di bendungan. Namun bersyukur hingga saat belum ada permintaan penambahan pasokan air dari kedua wilayah baik Indramayu maupun Crebon kepada petugas Bendung Rentang,” ungkap Irdam.

Sementara itu, akibat kondisi air dari Bendung Rentang terus menyusut, sejumlah petani yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka berupaya mengairi areal sawahnya dengan menyedot air dari sungai menggunakan pompa air berkapasitas besar, 10 inci hingga 16 inci. Para petani kemudian mengalirkanya lewat pipa berukuran besar hingga berkilo-kilo meter. Cara tersebut sebetulnya dilarang namun tetap dilakukan dengan alasan menghindari kerugian semakin besar.

“Kalau tidak mompa sawah mau dialiri air dari mana, karena saluran air sudah kering, kedua masa bendungan ada di Majalengka sementara kami warga Majalengka tidak bisa menikmati airnya, makanya walapun penyedotan dilating tetap kami lakukan daripada sawah kering,” ungkap Sahlan, petani di Jatitujuh.

Forecaster BMKG Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn, menjelaskan, saat ini, suhu muka laut sudah dalam kondisi normal. Yakni normal – hangat dengan suhu 25 derajat Celsius sampai 28 derajat Celsius.

‘Belakangan ini curah hujan mulai berkurang, kalaupun hujan turun dengan intenstas ringan,’’ ungkap Ahmad Faa Izyn. (PRLM)