Select Menu
Select Menu

Favourite

KABAR CIREBON

INDRAMAYU

MAJALENGKA

CIREBON

KUNINGAN

JABAR

WONG CILIK

Seni Budaya

Kuliner

» » Petani Tebu Cirebon Keluhkan Rendemen Gula Turun


Unknown 23.41 0


CIREBON - Sekretaris DPD Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jabar Haris Sukmawan, mengaku adanya penurunan rendemen dari sejumlah pabrik gula pada musim giling tahun ini. Akibatknya para petani tebu rakyat di Jawa Barat mengeluhkan hal tersebut. Terutama mereka kecewa dengan rendemen periode kedua dan ketiga yang menurun drastis.

Dia menyebutkan, pabrik gula semula memberikan rendemen sesuai harapan petani pada periode pertama musim giling 2014. Namun, rendemen tersebut menurun pada periode kedua dan ketiga sehingga dikeluhkan petani tebu.

“Musim giling periode pertama, rendemen PG Tersana Baru, Kabupaten Cirebon, mencapai 7,05%. Namun, memasuki periode kedua dan ketiga rendemennya di kisaran 6,65%,” ungkap dia, Minggu (6/7).

Penurunan rendemen pada periode kedua dan ketiga, disebutkan dia, tak sesuai dengan janji pengelola pabrik gula se-Indonesia. Menurut dia, pengelola pabrik gula se-Indonesia sebelumnya telah menyepakati rendemen di atas 7% saat penetapan harga pokok petani (HPP) gula 2014.

Rendemen seluruh pabrik gula di Jabar sendiri dikatakannya memang turun, bahkan di Subang rendemen hanya 5,9%. Terkait penurunan rendemen ini, dirinya bahkan menyebut pabrik gula memiliki alas an klasik di antaranya keadaan cuaca yang kurang bersahabat maupun kualitas tebu itu sendiri.

Namun dia mengemukakan, para petani memperkirakan adanya semacam skenario dari holding yang meratakan rendemen pada angka yang rendah di seluruh pabrik, khususnya di Jabar. pihaknya menyayangkan kondisi tersebut mengingat selain itu, para petani tebu di Jabar juga tengah dihadapkan persoalan rendahnya harga gula di tingkat lelang.

“Ini seperti terjadi di Jatim di mana saat lelang harganya hanya Rp 8.500/kg. Kami di Jabar belum berani melakukan lelang gula itu,” cetus dia.

Sementara itu, kalangan ibu rumah tangga mengkhawatirkan harga gula yang diprediksi akan semakin melonjak jelang lebaran nanti. Pasalnya, awal puasa saja harga gula sudah di kisaran Rp 12.000/kg.

“Baru mulai puasa sudah segitu, kemungkinan jelang lebaran akan naik lagi lebih mahal. Tapi mau tak mau dibeli juga karena butuh,” kata salah seorang ibu rumah tangga yang juga pemilik warung di Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Ida. (CNC)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama