Petani Indramayu Hadapi Musim Tanam Mundur
Unknown
09.25
0
INDRAMAYU, (PRLM).-Petani di Indramayu kini menghadapi mundurnya musim tanam padi. Setelah mengalami mundurnya musim tanam rendeng akibat banjir awal tahun kemarin, petani pun kini banyak yang menghadapi mundurnya musim tanam gadu.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, Takmid Sarbini mengatakan, target tanam pada musim tanam gadu tahun ini mencapai 104. 770 hektare. Namun hingga saat ini, realisasinya baru seluas 51.203 hektare. "Realisasi tanam gadu saat ini baru 50% dari target," ujarnya, Kamis (3/7/2014).
Menurut dia, ribuan hektare lahan padi yang belum memulai musim tanam gadu itu sebagian besarnya merupakan lahan yang terkena banjir pada pertengahan Januari 2014. Lahan-lahan yang terendam banjir pada saat itu terpaksa harus menanam ulang padinya, sehingga masa panennya mengalami kemunduran.
‘’Musim tanam gadu harusnya sudah dilakukan pada Mei. Tapi daerah-daerah yang terkena banjir baru panen rendeng pada Juni sehingga musim tanam gadunya mundur,’’ kata Takmid.
Dia mengatakan, lahan yang mengalami tanam ulang tersebut rata-rata baru mengalami masa panen rendeng pada Juni 2014. "Jadinya para petani ragu untuk memulai musim tanam gadu pada Juli ini. Lagipula sudah memasuki musim kemarau juga," tuturnya.
Menurutnya, meski saat ini hujan terkadang masih turun, akan tetapi tidak ada jaminan bahwa hujan akan terus turun sepanjang Juli ini. Di sisi lain, dia menilai pengairan dari irigasi tidak bisa diandalkan.
Dia mengatakan, banjir pada pertengahan Januari 2014 telah membuat 49.019 hektare areal tanaman padi di Kabupaten Indramayu terendam banjir. "Jumlah itu terdiri dari tanaman padi berusia 5-75 hari seluas 48.738 hektare dan persemaian seluas 15.086 hektare," tuturnya.
Takmid menyebutkan, dari tanaman padi seluas 48.742 hektare, sebanyak 33.938 hektare tidak bisa diselamatkan, sehingga mengalami puso. Begitu pula dengan seluruh persemaian seluas 15.086 hektare yang menjadi busuk karena terendam banjir terlalu lama.
Menurut dia, tanaman padi dan persemaian yang mengalami puso dan membusuk itu terpaksa harus dilakukan tanam ulang. Namun akibatnya, musim panen rendeng menjadi mundur yang berakibat pula mundurnya musim tanam gadu.
Adapun daerah yang terkena banjir, di antaranya adalah Kecamatan Losarang, Kandanghaur, Sukra, Patrol, Krangkeng, Karangampel, Lohbener, Cantigi dan Arahan.
Mundurnya musim tanam di Indramayu juga berpengaruh kepada serapan beras Bulog Subdivre Indramayu. Wakil Kepala Bulog Subdivre Indramayu, Heri Sulistyo menyebutkan, target serapan beras pada tahun ini sebesar 97.500 ton. Namun demikian, sampai 29 Juni kemarin, serapan beras yang terealisasi baru mencapai 28.405 ton.
