Select Menu
Select Menu

Favourite

KABAR CIREBON

INDRAMAYU

MAJALENGKA

CIREBON

KUNINGAN

JABAR

WONG CILIK

Seni Budaya

Kuliner

» » Begini Tradisi Di Keraton Kasepuhan Cirebon Selama Ramadan


Unknown 14.59 0


CIREBON - Bulan Ramadan merupakan bulan istimewa bagi umat islam di seluruh dunia karena pada bulan tersebut seluruh umat islam diwajibkan berpuasa dan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah lainnya seperti salat tarawih dan witir pada malam harinya.

Keistimewaan Ramadan tampak sedikit berbeda di lingkungan Keraton Kasepuhan Kota Cirebon Jawa Barat dan berbagai kegiatan yang dilakukan telah menjadi tradisi turun-temurun di lingkungan keluarga keraton.

Ketika dihubungi, Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat mengatakan Ramadan bukanlah semata sebuah seremonial ibadah, akan tetapi memiliki nilai yang diberikan Allah SWT kepada umat manusia untuk melebur segala dosa dan kesalahan.

“Maka dari itulah kami di lingkungan Keraton Kasepuhan memiliki tradisi-tradisi tertentu dalam melaksanakan berbagai macam ibadah di Bulan Ramadan,” katanya.

Tradisi saat Ramadan di Keraton Kasepuhan telah dimulai sejak 30 Syaban 1435 H, dengan tradisi menabuh dlugdag (semacam bedug), dan dlugdag selalu ditabuh usai melaksanakan sholat tarawih setiap malamnya.

Selain itu, pada 15 Ramadan ada tradisi khataman (Alquran) dan hajat nasi bogana, kemudian pada hari ke-17 puasa ada tradisi peringatan malam nuzulul quran, sedangkan pada malam 20-30 Ramadan ada tradisi hajam maleman atau itiqaf di masjid.

Kemudian pada malam ke-29 Ramadan ada tradisi khataman quran dan hajat nasi bogana, yang dilanjut pada malam ke-30 dengan takbiran dan gamelan sekaten pagi hari saat Idulfitri di Keraton Kasepuhan. (bisnis)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama