Spanduk Capres dan Cawapres banyak terpasang depan Kampus di Cirebon
Unknown
21.16
0
KESAMBI, (CNC).- Adanya spanduk kampanye salah satu pasangan capres yang terpampang di pagar depan kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dikeluhkan oleh mahasiswa. Spanduk tersebut bukan hanya memberikan suasana politis namun juga memberikan kesan bahwa lembaga pendidikan sudah menyatakan dukung-mendukung salah satu capres.
Mahasiswa fakultas Tarbiyah IAIN, Fahmi mengatakan pihaknya mengaku risau dengan adanya spanduk yang memanjang di pagar kampusnya. Menurutnya, tim sukses salah satu capres harusnya memahami aturan KPU terkait aturan pemasangan alat peraga kampanye (APK).
“Saya bukan tidak setuju dengan atribut kampanye, tapi tidak etis saja kalau ditempatkan di lingkungan pendidikan,” ungkapnya, kamis (3/7).
Dia juga mengatakan, mencari simpati pemilih kepada masyarakat harus sesuai dengan aturan. Menurutnya, kampus adalah wahana pendidikan yang terpisah dengan kepentingan politik apa pun. Sebagai mahasiswa, dia menuturkan tidak mau jika perguruan tingginya dianggap sudah merapat ke barisan salah satu capres yang sedang bertarung menjadi presiden.
“Jangan hanya karena ingin mencari simpati pemilih masyarakat, malah menjadi antipati bagi yang melihatnya,” paparnya.
Hal serupa disampaikan koleganya, Subhi menilai pemasangan APK di lingkungan pendidikan sudah menyalahi aturan KPU. Dia mengimbau kepada Panwaslu Kota Cirebon untuk segera menindak tegas pelanggaran tersebut. Mahasiswa semester III itu juga menilai, pemasangan sepanduk kampanye itu tidak mendapatkan ijin dari jajaran petinggi rektor. Dia menjelaskan, tidak akan mungkin perguruan tinggi negeri (PTN) akan membolehkan atribut kampanye masuk ke dunia pendidikan.
“Pastinya sih pemasangan sepanduk itu juga tidak dijinkan dari pihak kampus, tim suksesnya pasti asal pasang saja tidak tahu etika,” pungkasnya.
Dia juga mengharapkan, mahasiswa jangan mudah terprovokasi dengan adanya sepanduk capres yang dipasang di depan gerbang IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Dia juga menginkan pihak kampus teliti dengan adanya pemasangan sepanduk capres itu. “Ini bukti kesadaran politik belum menyeluruh, buktinya mereka (pemasang sepanduk, red) tidak tahu aturan dan etika poltik,” ungkapnya. (Iwe/CNC)
