Select Menu
Select Menu

Favourite

KABAR CIREBON

INDRAMAYU

MAJALENGKA

CIREBON

KUNINGAN

JABAR

WONG CILIK

Seni Budaya

Kuliner

» » Ribuan Siswa Baru Serbu Sekolah di Kota Cirebon


Unknown 08.36 0


CIREBON - Di hari pertama penerimaan peserta didik baru (PPDB) selasa (1/7) lalu, Dinas Pendidikan Kota Cirebon diserbu ribuan siswa asal Kabupaten dan daerah lainnya. Siswa dengan diantar orang tuanya, datang ke kantor Disdik Kota Cirebon, untuk menyerahkan data dan nilai kelulusan SD dan SMP agar bisa masuk database PPDB online Kota Cirebon.

Pasalnya, mulai tahun ajaran ini Pemkot Cirebon memberlakukan aturan baru terkait PPDB, yaitu penghapusan kuota 90:10. Dengan diberlakukannya aturan baru tersebut, peluang bersaing antara siswa asal Kota Cirebon dengan luar kota, sama besarnya. Mereka akan bersaing untuk mendapatkan 5.184 kursi di 18 SMP negeri, 3.240 kursi di 9 SMA negeri dan 1.152 kursi di 2 SMK negeri di Kota Cirebon.

Salah satu orang tua siswa yag ingin menyekolahkan anaknya di sekolah Kota Cirebon Ahmad Sada mengaku, sudah mengantri untuk memasukan data dan nilai kelulusan anaknya sejak pukul 8.00 WIB pagi. Walaupun berkas-berkasnya sudah masuk sejak pukul 08.30 WIB, namun sampai pukul 1.20 WIB, dia belum juga mendapat rekomendasi.

“Sebenarnya saya warga Kota Cirebon, tetapi anak saya lulusan SD di Kabupaten. Saya ingin dia masuk SMP negeri di Kota Cirebon, sehingga harus mendapat rekomendasi dulu dari Disdik Kota Cirebon,” katanya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Tata Kurnia Sasmita menyatakan, agar masuk dalam database PPDB online di Kota Cirebon, siswa asal sekolah luar Kota Cirebon memang harus menyerahkan data identitas dan nilai kelulusan terlebih dahulu.

Tata mengakui antrian yang membludak memang diluar dugaan. Setelah menyerahkan data identitas dan surat keterangan hasil ujian sekolah,  mereka akan mendapatkan bukti pendataan. “Bukti pendataan dari Disdik nanti diberikan kepada sekolah yang dituju,” katanya.

Dibagian lain terkait dengan PPDB sistem online yang sudah tiga tahun berjalan, Tata mengakui masih banyak warga yang belum melek teknologi. “Banyak warga yang masih mendatangi sekolah untuk mendaftarkan anaknya,” ujarnya.(Suara Gratia)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama