Select Menu
Select Menu

Favourite

KABAR CIREBON

INDRAMAYU

MAJALENGKA

CIREBON

KUNINGAN

JABAR

WONG CILIK

Seni Budaya

Kuliner

» » Keluarga Muda Asal Lampung Terlunta-lunta di Kota Cirebon


Unknown 23.54 0


CIREBON - Bulan Ramadan tahun ini, mungkin bulan yang paling berat bagi keluarga kecil ini, maksud hati berniat untuk mencari nafkah dengan penghasilan lebih guna mencukupi keluarganya di tahan Jawa. Membuat Algan (26) nekad memboyong anaknya, Nabil yang masih balita dan istrinya Santi (27) ke Kota Cirebon tiga bulan silam.

Sebagai seorang kepala keluarga, niat Algan memang mulia. Namun sayang niat mulianya itu tidak berjalan mulus, dalam perjalanan saja warga Paoman Provinsi Lampung ini sudah kehilangan tas yang beriskan sejumlah pakian anak dan istrinya termasuk surat berharga seperti SIM dan Ijasah SMA di dalam bus yang ditumpanginya.

Bermodalkan uang Rp1.5 juta, ayah satu anak ini mengontrak di daerah Kesambi dengan biaya sewa kontrakan Rp500 ribu perbulan. Dengan kesusahan yang sedang dijalaninya, ayah satu anak ini berupaya mencari perkerjaan kesana-kemari.

“Saya sempat menjadi buruh bangunan, namun itu tak berlangsung lama karena pekerjaan itu sudah selesai dan saya pun menganggur kembali,”kata Algan dengan raut wajah sedihnya saat ditemui di Kantor Dinas Sosial Kota Cirebon, Kamis (3/7).

Karena tidak mampu untuk membayar biaya kontrakan, keluarga kecil ini memutuskan keluar dari rumah kosan tersebut dan memilih tidur dari masjid ke masjid di Kota Cirebon. Hingga akhirnya, ia memberanikan diri meminta bantuan ke Dinas Sosial Kota Cirebon.

“Saya sudah tidak bisa bayar kontrakan, untuk makan saja saya susah. Makanya saya rela tidur di masjid. Dan akhirnya saya dating ke Dinsos untuk minta tinggal sementara,” kata Algan tertunduk lesu.

Ia menceritakan, keberaniannya pergi ke tanah Jawa, karena paman yang lebih dulu pergi ke Jawa terbilang sukses. Namun, sesampainya di tanah Jawa alamat tempat tinggal paman sudah pindah dan pergi entah kemana. Saat menanyakan ke tetangga di alamat tersebut mereka tidak ada yang mengetahuinya.

“Saya datang ke Cirebon bermodalkan alamat paman. Tapi paman saya sudah tidak tinggal lagi di alamat itu. Sedangkan saya ingin bekerja lainya ijasah SMA yang dimiliknya hilang diperjalanan waktu di Jakarta,” katanya.

Walaupun begitu, Algan pun menjamin bila dirinya sangat memiliki keahlian khusus seperti bertani dan mengendarai kendaraan. Namun karena tidak adanya identitas, hal itu sulit diungkapkan olehnya.

Lebih lanjut, Algan pun mengatakan, secepatnya dirinya akan merantau lebih ke Bandung, karena ia yakin, temen lama disana akan membantunya mendapatkan pekerjaan, sekalipun kuli bangunan.

"Yah saya mah yakin aja mas, teman di Bandung akan membantu saya. Lagi pula Bandungkan lebih besar dari Cirebon, jadi peluang dapat kerjanya lebih besar," ujar Algan.

Sementara itu, Kabid Sosial Disnakertrans, Santi Rahayu mengungkapkan bila satu keluarga tersebut akan ditampung ke Rumah Singgah Panti Asuhan (RSAP) hingga akhir lebaran nanti. "Bagaimanapun secara manusiawi saya tidak tega kalo liat mereka tidur di masjid, apalagi disitu ada bayinya," jelas Santi.

Santi berharap, dengan adanya persinggahan sendiri dapat memfokuskan Algan yang saat ini sibuk kerja. Selain itu, Santi pun meminta kepada masyarakat sekitar agar membantu keluarga Algan yang saat ini tengah dirundung cobaan. "Yah kita ga berharap dikasih uang, tapi berikan mereka pekerjaan saja," pungkasnya singkat

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama