Kapolda : Lima Pasar Tumpah di Cirebon Titik Kemacetan
Unknown
01.57
0
CIREBON - Jelang arus mudik lebaran 2014, jalur pantura Cirebon masih menyisakan banyak permasalahan, yang akan menghambat, bahkan bisa membuat kemacetan. Selain masih banyaknya sarana penunjang yang kurang, seperti jalan rusak dan minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU), ada lima pasar tumpah yang siap menghadang para pemudik saat melintasi jalur pantura Cirebon.
Lima pasar tumpah tersebut adalah Pasar Tegal Gubug Kecamatan Arjawinangun, Pasar Minggu Kecamatan Palimanan, Pasar Pasarean Kecamatan Weru, Pasar Kuwe Kecamatan Plered, dan Pasar Gebang Kecamatan Gebang. Kelima pasar tersebut diperkirakan akan menghambat para pemudik dalam melintasi jalur pantura, karena banyaknya aktivitas jual beli yang memakan bahu jalan, ditambah aktivitas angkutan umum yang mencari penumpang di bahu jalan.
Kapolres Cirebon Ajun Komisaris Besar Irman Sugema, yang disampaikan Kasat Lantas Ajun Komisaris Erwin Syah, menjelaskan, pasar tumpah sudah sekian lama menghambat para pemudik di jalur pantura, khususnya di wilayah hukum Polres Cirebon, yaitu dari sepanjang jalan pantura Desa Susukan hingga perbatasan Jawa Tengan.
“Permasalahan tersebut sudah terjadi dari tahun ke tahun. Kami hanya mencoba mengantisipasinya hingga kemacetan tidak parah,” ungkapnya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya sejauh ini sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti kepala pasar, Dinas Perhubungan, Sat Pol PP, dan pemerintah daerah. Bentuk koordinasi dengan pihak terkait, dijelaskan Erwin, seperti melarang pedagang berjualan di bahu jalan, melarang angkutan umum berhenti mencari penumpang di bahu jalan, serta menempatkan personel di setiap pasar tumpah yang dianggap menjadi biang kemacetan.
Sementara itu, perbaikan jalur pantura Jawa Barat, khususnya di wilayah Purwakarta, Karawang, Subang, Indramayu, dan Cirebon, terus dikebut, dan ditargetkan seluruhnya rampung pada H-10 Lebaran. Itu merupakan peringatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum kepada Pelaksana Proyek Jalan Pantura. Hal tersebut terungkap ketika pihak Dirjen Bina Marga Kementerian PU, dan Kapolda Jawa Barat, menggelar sidak kesiapan jalur pantura, Kamis (03/07/2014). Dalam sidak itu ditemukan jalan yang masih dalam perbaikan, meliputi perbaikan tambal sulam, pelebaran jalan dan marka jalan.
Dijelaskan Dirjen Bina Marga Kementerian PU Djoko Muryanto, meski secara fungsional jalur pantura Cikampek hingga Cirebon, atau perbatasan Jawa barat dan Jawa Tengah, sudah bisa dilalui kendaraan dengan lancar, namun tetap harus ada perapihan jalan.
“Masih ada pengerjaan perbaikan. Tapi H-10 akan selesai semuanya, dan para pemudik bisa melalui jalur pantura dengan nyaman dan lancer,” ungkapnya, saat dikonfirmasi sejumlah awak media , di ruas tol Tegalkarang, Kecamatan Palimanan.
Selain itu, Djoko yang juga memantau kesiapan arus mudik di jalur pantura Kecamatan Gebang, mengatakan, untuk titik jalur yang terkena proyek tol Cikampek Palimanan (Cikapali), pihak Bina Marga mengantisipasinya dengan melakukan pelebaran dan pengerasan jalan di kanan dan kiri jalur utama pantura untuk menghindari kecelakaan maupun kemacetan.
Sementara itu, Kapolda Jabar, Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, mengatakan, untuk mengantisipasi keamanan dan kemacetan saat arus mudik nanti di sepanjang jalur pantura, polisi telah membuat skenario pengalihan arus di sejumlah titik, di antaranya di pertigaan Jomin Cikampek, dan Palimanan Cirebon. Polda Jawa barat juga akan menempatkan aparat kepolisian di sejumlah titik di jalur pantura yang dianggap rawan kecelakaan dan kriminalitas, dengan sedikitnya 1.000 personel.
Kapolda bersama jajaran saat melakukan pemantauan langsung di wilayah Kabupaten Indramayu, mendapat laporan dari Kapolres Indramayu bahwa jalur pantura Indramayu sudah tidak ada lagi pekerjaan yang menonjol, sehingga sudah layak dilalui para pemudik Lebaran nanti. “Jalur pantura Indramayu siap untuk dilalui,” Kata Kapolres, Ajun Komisaris Besar Wahyu Bintono (KC)
