Hutan Kota Sumber Kabupaten Cirebon Banyak Kuda Berkeliaran
Unknown
18.57
0
CIREBON - Pontesi keramaian dan lokasi yang strategis membuat para pawang kuda tunggang mulai membidik Hutan Kota Sumber sebagai lokasi baru untuk mengais rezeki. Meskipun proyek pembangunannya belum rampung, para pawang tersebut mulai menjajakan jasa sewa kuda tunggang mereka di Hutan Kota Sumber sejak awal Ramadan.
Salah seorang pawang, Baang (34) mengatakan, biasanya ia mangkal di sekitar Asrama Haji Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber. Namun sudah sepekan terakhir ia dan beberapa rekannya manggkal di Hutan Kota Sumber. “Awalnya kami hanya coba mengadu nasib karena di Watubelah sudah terlalu banyak pawang kuda tunggang,” katanya.
Hutan Kota, kata Baang, menjadi target empuk ketika ia dan rekan-rekannya melihat aktivitas warga yang cukup ramai di sekitar lokasi tersebut. Setelah dijajaki, jasa sewa kuda tunggang yang ditawarkan Baang ternyata mendapat sambutan antusias dari warga.
Suasana Ramadan diakui Baang menjadi keuntungan tersendiri bagi penyewaan kuda tunggang yang menjadi mata pencahariannya sehari-hari. Warga yang berpuasa, terutama anak kecil, sangat menikmati berkeliing Hutan Kota Sumber sambil menunggangi kuda sambil menunggu waktu berbuka tiba.
Hal senada diungkapkan pawang lainnya, Junaedi (25). Ia mengaku bisa meraup Rp 100.000-150.000 dalam kurun waktu beberapa jam dari bada Ashar sampai Maghrib. Dengan tarif sewa Rp 5.000 untuk sekali berkeliilng Hutan Kota, artinya Junaedi rata-rata mendapatkan 20-30 konsumen setiap hari.
Sementara itu salah seorang warga, Herni (28) mengaku cukup senang dengan keberadaan para pawang kuda tunggang di Hutan Kota. Soalnya ia bisa membawa anak-anak menghabiskan waktu ngabuburit dalam cara yang lebih menarik.
Herni mengaku, sebelum ada para pawang tersebut, ia memang sering membawa anak-anaknya bermain di Hutan Kota setiap sore. Meskipun masih belum rampung, Hutan Kota memiliki ruang terbuka yang cukup luas untuk anak-anak bermain.
Awalnya, Herni sempat ragu membawa anak-anaknya ngabuburit di Hutan Kota, karena kondisinya masih terlihat gersang. Namun keberadaan para pawang kuda membuat anak-anak menikmati waktu meski tak jarang mentari sore bersinar cukup terik.
Meskipun demikian, Herni berharap pembangunan Hutan Kota Sumber bisa segera rampung. Dengan begitu warga bisa menikmati keasrian baru di “Kota Sumber” yang telah dua kali berutut-turut meraih piala adipura pada 2013 dan 2014.
Seperti diketahui, Hutan Kota Sumber memang menjadi salah satu andalan Kabupaten Cirebon untuk bisa mempertahankan piala adipura pada 2015. Namun pembangunannya yang dimulai sejak pertangahan 2013 lalu masih belum juga rampung.
Kepala Bidang Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Cirebon, H M Suharto mengatakan, hutan kota tersebut secara keseluruhan ditargetkan
rampung pada 2016. “Pembangunan dibagi beberapa tahap dan masih berjalan sampai sekarang,’ katanya.
Menurut Suharto, Hutan Kota sumber dibangun di atas lahan seluas 3,2 hektare dengan total anggaran Rp 8,8 miliar. Tahap awal proyek pembangunannya memakan Rp 1,88 miliar untuk pengerukan dan perataan tanah serta pembuatan kolan retensi. Setelah tahap tersebut selesai, proyek akan dilanjutkan dengan pembangunan sungai buatan sepanjang 700 meter dengan lebar 2 meter, trek jogging, dan beberapa sarana lain. Selain itu, sekitar 200 tanaman langka seperti Kiara Payung, Flamboyan, Palm Putri, Tanjung, Asem Jawa, Mundu, Putat, dan Kiacret juga akan ditanam di lahan tersebut. (PRLM)
