Select Menu
Select Menu

Favourite

KABAR CIREBON

INDRAMAYU

MAJALENGKA

CIREBON

KUNINGAN

JABAR

WONG CILIK

Seni Budaya

Kuliner


MAJALENGKA - Sebanyak 19.000 warga miskin di Kabupaten Mjalengka terima dana Peningkatan Harapan Hidup tahap pertama dengan total anggaran mencapai Rp 6,5 milyaran. Penyarahan dana ditargetkan selesai hingga Rabu (16/7/2014).

Manajer Pengawas Pelayanan Luar PT Pos Majalengka Yori Gosandi menyatakan, dana PKH tersebut antara lain dimaksudkan untuk membantu keluarga-keluarga miskin yang memiliki anak sekolah, agar mereka bisa tetap melanjutkan sekolahnya, tanpa ada kendala yang berarti akibat alasan biaya, makanya penyerahannyapun dilakukan bertepatan dengan menjelang tahun ajaran baru. Dana tersebut sudah mulai disalurkan pihak PT Pos sejak Jumat (11/7/2014) kemarin di 26 kecamatan untuk memudahkan penyaluran bagi warga miskin.

“Di sejumlah kecamatan yang tidak memiliki kantor Pos cabang pembantu kami berusaha membagikan di Kantor Kecamatan, seperti halnya di Kecamatan Lemahsugih, Malausma, Sindang atau Sindangwangi,” ungkap Yori.

Besaran uang yang diterima oleh masing-masing keluarga antara Rp 150.000 hingga Rp 600.000 tergantung banyaknya jumlah anak sekolah pada sebuah keluarga, atau ibu menyusui.

Kecamatan terbesar penerima dana PKH berada di Kecamatan Lemahsugih dan Bantarujeg, urutan berikutnya Kecamatan Cikijing dan Cingambul. Banyak keluarga di wilayah tersebut yang menerma bantuan dana mencapai Rp 600.000.

Turunnya dana bantuan tesrebut disambut gembira warga miskin. Mamah salah seorang penerima bantuan dan PKH asal Kecamatan Cigasong misalnya dia rela duduk di depan kantor Pos menunggu giliran dipanggil petugas PT Pos sejak pagi hari hingga menjelang magrib untuk mendapatkan dana sebesar Rp 250.000.

“Uangnya besar karena kalau ngoyos (menyiangi padi) kan hanya mendapat upah Rp 30.000 sampai duhur, belum cape dan haus karena sedang puasa,” ungkap Mamah yang menyekolahkan dua anaknya di Sekolah Dasar.

Uang tersebut menurutnya cukup untuk membeli buku dan tas kedua anaknya, serta satu pasang sepatu sekolah.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transigrasi Kabupaten Majalengka H. Eman Suherman menyatakan dana PKH tesrebut diharapkan bisa membantu meringankan beban masyarakat yang masih memiliki anak skolah. Harapannya anak-anak sekolah tidak ada yang drop out.

“Harapannya kedepan bisa semua keluarga miskin yang memiliki anak sekolah bisa memperoleh bantuan, makanya pemetaan ulang harus terus dilakukan, dan Pemerintah Pusat juga diharapkan mengakomodirnya,” ungkap Eman. (PRLM)

CIREBON - Petani di Desa Jagapura Kulon, Jagapura Wetan, Jagapura Kidul dan Jagapura Lor kecamatan Gegesik pada musim gaduh saat ini kembali kesulitan mendapatkan pupuk jenis urea. Bahkan kelangkaan pupuk pupuk urea tahun ini lebih parah dibanding tahun sebelumnya. Bila tidak ditangani maka akan berdampak pada hasil produksi pertanian di Jagapura yang notaben lumbung padi di Kabupaten Cirebon.

Hal tersebut disampaikan Ketua Kelompok Tani Sri Ayu, H. Basirun di salah satu kios pupuk di Jagapura, Minggu (13/7).

Menurut H. Basirun semua persoalan ini muncul akibat pasokan kiriman pupuk urea saat ini dari distributor tidak sesuai dengan RDKK kebutuhan pupuk petani Jagapura.

"Kita melihat saat ini disetiap kios kiriman pupuk urea per minggu hanya 2 ton, sedangkan kebutuhan petani di Jagapura per hari 10 ton, guna memenuhi kebutuhan 2000 hektar lahan pertaniannya maka akibatnya petani Jagapura akan kekurangan terus kalaupun ada kiriman, petani harus mengantri di kios masing-masing bahkan kadang petani tidak mendapatkan sama sekali," tegasnya.

Hal senada disampaikan kelompok tani Sekar tani Madroni, kondisi ini sangat memprihatinkan dan sangat memalukan karena akan merugikan petani.

"Kepada siapa kami mengadu, semoga bapak bupati mendengar keluh kesah rakyatnya kerana kami merupukan salah satu yang mensukseskannya sehingga kami berharap bupati cepat bertindak karena kejadian ini lebih parah dari tahun sebelumnya," uajarnya.

Menurut Madroni jalan keluar untuk mengatasi hilangnya pupuk jenis urea ini sangat mudah sekali tinggal distributor memasok kiriman pada kios-kios di Jagapura sesuai Kebutuhan RDKK yang ada yang sudah di tentukan atau sekitar 10 ton per hari selama 4 hari pasti akan tercukupi.

"kami berharap Dinas Pertanian untuk segera tanggap dan langsung menekan distributor untuk segera mengirim pupuk ke Jagapura, sehingga apa bila permasalahan pupuk seperti ini terus tidak akan pernah mencukupi kebtuhan pupuk dan berarti akan terus menyengsarakan petani," tegasnya.

Sementara secara terpisah Ketua Paguyuban Petani Pura Cirebon (P3C), H. UuK khuzaeni saat di mintai tanggapannya kepada FC menjelaskan kalau persoalan hilangnya pupuk di Jagapura sering terjadi namun kali ini lebih parah karena sampai saat ini sudah 10 hari pupuk hilang petanipun kelimpungan karena saat ini waktunya untuk memupuk.

“Semenjak peralihan dari distributor PT Pusri ke PT Kujang kelangkaan pupuk terus melanda kabupaten Cirebon bahkan saat ini lebih parah dari sebelumnya sehingga kami atas nama paguyuban petani Cirebon meminta bupati Cirebon yang diusung kami untuk bertindak tegas dan jangan ragu untuk menindak distributor yang nakal termasuk Kujang, karena masih banyak distributor yang lebih baik bahkan dari putra daerah juga siap, kalau sampai masih terus berlarut dan sampai rabu pasokan pupuk belum juga dating kami akan melakukan demo-demo besar-besaran ke pemda,” tegas Uuk. (CNC)

CIREBON - Puluhan komunitas ontel Cirebon yang tergabung dalam Paguyuban Ontel Dauan (Pagoda) dan Komunitas Ontel Cirebon Indonesia (KOCI) peduli Palestina. Melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu meringankan beban para korban gempuran dari pasukan zionis Israel.

Gerakan Peduli Palestina dengan melakukan penggalangan dana ini dilakukan di beberapa titik persimpangan dikota Kota Cirebon diantaranya perempatan jalan Kanggraksan, lampu merah jalan Cipto, lampu merah Kartini, dan perempatan Perujakan.

Koordinator gerakan peduli Palestina komunitas Pagoda, Rahmat parto (27) mengatakan gerakan ini mengikut sertakan seluruh anggota ontel yang ada di Cirebon. Yang prihatin atas nasib saudara kita yang sedang mendapatkan musibah akibat gempuran dari Israel.

"Ini merupakan bentuk kepedulian kita semua terhadap sesama umat muslim," kata Rahmatdi sela pengadalangan dana di lampu merah Kartini, Minggu (13/7)

Ditambahkannya, sejatinya penggalangan dana ini bukanlah hal yang sangat bermakna bagi para warga Palestina yang terus dianiaya membela tanah airnya dan salah satu tanah suci bagi umat islam.

“Hanya ini yang mampu kami lakukan sekaligus berdoa agar musibah yang menimpa anak kecil dan orang-orang yang tidak berdosa di Palestina cepat berakhir dan mendapat balasan dari Allah,” ujarnya.

Senada, kordinator Koci, Espak (22) menjelaskan, aksi turun kejalan di pertigaan maupun perempatan di sejumlah titik jalan untuk menggalang dana bantuan dari masyarakat Cirebon akan dilaksanakan hingga empat hari kedepan. Dan rencananya uang yang terkumpul akan di serahkan ke Palang Merah Indonesi (PMI) yang ada di Cirebon.

"Kita sangat mengharapkan juga kepedulian masyarakat kita yang ada di Cirebon ini, atas warga Palestina yang jauh disana berkenan kiranya membantu mereka sekurang-kurangnya lewat doa, apa lagi di bulan Ramadhan seperti ini," katanya.

Aksi ini, kata Espak, melibatkan sedikitnya 39 anak ontel yang ada di Cirebon, dia juga berharap aksi social ini bias diikuti oleh masayarakat lainya yang peduli terhadapa saudara kita yang terkena musibah di Palestina.

"Meskipun tidak banyak yang dapat kita bantu, tetapi kita ikhlas membantu daripada tidak sama sekali," pungkas Espak. (Enon/CNC)

INDRAMAYU - Menyambut arus mudik dan balik pada Lebaran 2014, ratusan pedagang musiman di jalur pantura Indramayu Jawa-Barat mulai bersiap-siap mengais rezeki dengan berjualan di pinggiran jalan utama.

Para pedagang ini siap memanjakan para pemudik selama 24 jam untuk sekadar beristirahat maupun mengisi energi dengan makanan atau minuman ringan yang tersedia.

Pantauan di lapangan, ratusan pedagang di tepian Jalur Pantura Indramayu Jawa-Barat, telah membuat lapaknya yang terbuat dari kayu. Mereka mulai memasang tenda sejak wilayah Sukra hingga Kertasmaya yang berbatasan dengan Kabupaten Cirebon.

Suminta, salah seorang pedagang musiman, mengatakan, pengalaman tahun lalu dirinya bisa meraup keuntungan Rp300-400 ribu dalam satu hari. Salah satu trik yang digunakan warga Losarang ini menyiapkan tempat istirahat untuk pemudik yang kelelahan.

Dia mulai membuka lapak sejak H-7 sampai H+10 lebaran. Dan rentan waktu itu, lanjutnya, warung-warung dadakan atau yang biasa warga disebut warung mudik telah menjamur di sepanjang jalur pantura.

Sedangkan saat arus balik, para pemilik warung akan memindahkan dagangannya ke seberang jalan, sehingga pemudik bisa dengan mudah kembali mampir ke warungnya.(okezone)

CIREBON - Wilayah III Cirebon masih menjadi penyuplai tenaga kerja Indonesia (TKI), bahkan 60% dari jumlah yang ada berasal dari wilayah tersebut.

Adapun daerah penyuplai TKI terbanyak di Wilayah III Cirebon masih didominasi Kabupaten Cirebon dan Indramayu, kemudian Majalengka dan Kuningan.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Gatot Abdullah Mansyur mengatakan Wilayah III Cirebon merupakan lumbung TKI secara nasional.

Meski tidak menyebutkan jumlah pasti seluruh TKI, Gatot mengungkapkan Pemda di wilayah tersebut perlu berperan aktif warganya yang hendak bekerja di luar negri.

"Upaya pembinaan jelas diperlukan untuk menghindari permasalahan yang berpotensi dialami TKI di negara tujuan," katanya kemarin.

Ketika dihubungi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cirebon Deni Agustin mengungkapkan setiap tahunnya ada 10.000 warga Cirebon yang berangkat ke luar negri.

"Trendnya setiap tahun terus mengalami peningkatan," ujarnya. (bisnis)