Select Menu
Select Menu

Favourite

KABAR CIREBON

INDRAMAYU

MAJALENGKA

CIREBON

KUNINGAN

JABAR

WONG CILIK

Seni Budaya

Kuliner


KUNINGAN - Bupati Kuningan Utje Choeriah Hamid Suganda meminta kepada para pedagang agar pada masa-masa ramai pembeli menjelang lebaran idul fitri yang akan datang, tidak meningkatkan harga secara berlebihan.

Permintaan tersebut dikemukakan langsung Utje Ch Hamid Suganda kepada sejumlah pedagang di gedung Pasar Baru Kuningan, Rabu (16/7/2014).

"Kalau pada masa-masa ramai pembeli menjelang lebaran terjadi kenaikan harga, wajar. Akan tetapi menaikkan harganya jangan terlalu tinggi, ya!" ujar Utje, seraya menebar senyum kepada sejumlah pedagang di blok pedagang sayuran dan rempah-rempah di gedung pasar tradisional semi modern tersebut.

Selain itu, Utje mengingatkan kepada para pedagang untuk selalu menjaga kualitas barang-barang daganganya. Terlebih kepada pedagang makanan dan minuman.

Misalnya, dengan tidak memaksakan menjual bahan makanan yang sudah basi, kadaluwarsa, atau mengandung bahan kimia membahayakan kesehatan.

"Saya percaya, para pedagang di pasar ini maupun di pasar-pasar lainnya di Kabupaten Kuningan, tidak akan ada yang nakal menjual bahan makanan atau minuman tidak layak konsumsi," kata Utje.

Ditanya seusai meninjau sampel bahan makanan serta berdialog langsung dengan para pedagang di sejumlah kios dan los pedagang di pasar tersebut, Utje menyatakan, harga bahan makanan pokok di pasar itu masih normal. kualitas barang dagangan para pedagang di pasar itu, baik. Harga bahan makanan pokok di pasar tersebut dinilai Utje masih normal.

Kunjungan bupati ke pasar tersebut, juga disertau sejumlah pejabat Pemkab Kuningan. Di antaranya, Asisten Pembengunan Kesejahteraan Rakyat Kamil Ganda Permadi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ucu Suryana, serta sejumlah penguryus pasar dan jajaran direksi pihak pengembang gedung Pasar Baru Kuningan.

Dalam kesempatan itu, Utje kepada sejumlah wartawan menyatakan, pihaknya melalui para petugas dari dinas intansi terkait, akan selalu memantau kondisi serta kualitas harga bahan makanan yang dijual para pedagang, baik di pasar tradisional maupun pasar moderen. Termasuk memantau perkembangan harga bahan makanan pokok.

"Saya mengharapkan para pedagang di pasar tradisional juga harus berperan aktif memelihara serta menciptakan suasana lingkungan pasar yang membuat nyaman bagi masyarakat yang berbelanja," kata Utje.(PRLM)

KUNINGAN - Tiap hari ribuan orang kerap memadati taman kota (tamkot) yang terletak di seberang jalan Masjid Agung Syiarul Islam. Tak heran bila sejak siang hingga malam, tamkot dipenuhi para pedagang K-5 memanfaatkan kehadiran warga.

Letaknya di sentral Kuningan kota membuat gampang diakses warga setempat. Baik hanya untuk sekadar menikmati indahnya air mancur di areal dalam tamkot, maupun sengaja berbelanja beragam makanan dan minuman. Pemandangan tambah semarak sejak bulan Ramadhan tahun ini.

Di samping dipenuhi para pedagang yang telah biasa berjualan di sana, tamkot kini dijejali juga penjual beragam makanan khas berbuka puasa. Mulai beragam jenis kolak, bubur lemu, es buah, serta sejumlah makanan tradisional, seperti awug dan lainnya. Malah, makanan jenis fast food, semisal burger pun bisa dijumpai meski hanya kelas K-5.

“Butuh makanan apa pun ada. Bakso, siomay, mi ayam, bubur ayam, jagung bakar, jamur crispy, kupat tahu, semua ada. Makanan khas berbuka puasa pun kini ada. Taman kota merupakan salah satu lokasi favorit di Kuningan ntuk berburu beragam kuliner. Kalau hendak berbuka di tamkot pun bisa. Hendak membawa makanan ke rumah apalagi,” ujar Iwan Setiawan, salah satu pemilik gerai makanan di tamkot.

Relatif bersaing

Soal harga, sambung Iwan, relatif bersaing. Karena bagaimana pun juga berbelanja di pinggir jalan beda dengan di pusat-pusat perbelanjaan. Di Kuningan, nyaris tidak ada mal yang memiliki pujasera lengkap dengan penjual beragam makanan. Tak heran, para pedagang K-5 di Kuningan kota menjadi tempat favorit warga membeli beragam makanan khas dengan harga murah.

“Beda kalau di Cirebon, di sana banyak mal. Makanya, pedagang K-5 yang berjejer di Kuningan kota mulai perempatan Citamba hingga tamkot, selalu diserbu warga. Lebih-lebih di bulan puasa ini, sejak pukul 13.00 WIB hingga menjelang magrib pasti ramai. Kalau hendak berbuka puasa di tamkot khususnya di gerai-gerai penjual makanan yang ada sebisa mungkin pesan tempat dulu, jika tidak pasti sudah penuh,” katanya.

Diperkirakan perputaran uang di tamkot mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah per hari. Pasalnya tak hanya para pedagang kuliner saja yang bersaing mendulang rupiah, namun para penjual pakaian dan mainan anak-anak pun turut menikmati omzet lumayan besar.

“Jumlah pedagang di tamkot ini mencapai ratusan. Jika satu pedagang per hari memiliki omzet antara Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta saja, maka total pemasukan semua pedagang cukup besar juga. Cuma, perlu dipikirkan mengenai penataan saja. Karena tak jarang di kanan-kiri jalan melingkar di tamkot dipenuhi pedagang K-5 sehingga terkesan semrawut,” papar Wahyu Hambali, seorang pengunjung tamkot.(kabar cirebon)

KUNINGAN – Jelang Kuliah Kerja Nyata (KKN), sedikitnya 800 mahasiswa tingkat 3 Universitas Kuningan (Uniku) mengikuti pengarahan dan pembekalan di gedung Student Center, Selasa (15/7/2014). Pengarahan utama, dilakukan secara langsung oleh Bupati Kuningan Hj Utje Ch Hamid Suganda, MAP.

Menurut Bupati, mahasiswa harus mampu menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu, mahasiswa Uniku harus menyalurkan informasi dan ilmu pengetahuan di tengah-tengah masyarakat dengan cara-cara yang baik dan mengundang simpati.

“Anak-anaku, jangan sampai lupa, dalam pelaksanaan KKN nanti harus menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan almamater. Informasikan kepada masyarakat terkait program-program pemerintah daerah yang dapat mensejahterakan kehidupan sosial masyarakatnya,”katanya.

Mahasiswa yang ikut KKN nanti sambung Utje, harus memberikan pencerahan kepada masyarakat seputar gaya hidup sehat. Harus disosialisasikan ke masyarakat bahwa kondisi MCK harus bersih dan terjaga. Jangan sampai mandi atau mencuci dengan air kotor, pastikan kepada masyarakat bahwa air kotor memicu terganggunya kesehatan.

“Nanti jika ada wilayah yang kondisinya perlu bantuan, silahkan disampaikan. Nanti pemerintah daerah past akan responsif,”ucapnya.

Sementara, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Uniku, Dr Ukas Suharfaputra, MP mengatakan, ada sekitar 800 lebih mahasiswa tingkat 3 yang ikut KKN. Mereka dibagi menjadi 2 kategori yaitu KKN normatif dari kampus dan KKN tematik dari Provinsi Jawa Barat.

Adapun pelaksanaannya kata Ukas, yaitu 4 Agustus hingga 6 September untuk KKN tematik, dan 4 hingga 30 Agustus untuk KKN biasa. Sedangkan untuk lokasi KKN, yaitu di 3 Kecamatan, Kadugede, Hantara, dan Nusaherang.

“KKN tematik akan disebar ke 11 desa, sementara yang KKN biasa ke 29 desa. Insya Allah mahasiswa kami mampu membaktikan diri dan bersumbangsih kepada masyarakat dengan maksimal. Makanya dari mulai sekarang kita berikan pengarahan-pengarahan dulu,”tuturnya.

Berdasarkan pantauan, para mahasiswa nampak antusias memperhatikan para pengarah. Beberapa pihak yang memberi pengarahan yaitu, Bupati, Purek 3 Uniku Dr Dikdik Harjadi, M.Si, Kabid Jaminan Kesehatan Dinkes Kuningan, Farid Rubama, SE, dan lain sebagainnya. (KN)


KUNINGAN – Salah seorang pembalap Porda Kuningan, Fitra Ramdhani kembali meraih prestasi. Kali ini, pembalap asli Kuningan yang dibina oleh Ikatan Motor Independen Kuningan (IMIK) itu berhasil menjadi juara 1 kategori MP1 DRC Yamaha Ramadhan Race Jawa Barat di sirkuit Brigip Kujang Cimahi.

Even ini sangat bergengsi. Diikuti oleh ratusan pembalap berkelas di Jabar. Tak ayal, raihan Fitra tergolong sangat membanggakan. Dalam kategori MP1 itu, Fitra dikuntit oleh Tedi dari Karawang dan Arnold dari Bandung di posisi kedua dan ketiga.

Ketua IMIK, Yayan Olly, Selasa (15/7/2014) mengatakan, diikutsertakannya Fitra dalam even ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan skillnya menjelang Porda 2014. Sejauh ini, kemampuan membalap Fitra terus menunjukan trend positif.

“Fitra beserta pembalap Porda Kuningan lainnya terlihat makin handal. Ini modal besar kita untuk mewujudkan jargon Cabor balap motor Porda yaitu Wajib Emas,”katanya.

Diungkapkan Yayan, pihaknya akan terus meningkatkan kemampuan para pembalapnya dengan memfokuskan latihan dengan menggunakan motor standar. Sebab, dalam Porda nanti, yang akan digunakan adalah motor dengan spesifikasi standar, jadi harus mulai dibiasakan dari sekarang.

“Selama ini kan kita latihan pakai motor balap. Nah untuk menghadapi Porda, kita akan alihkan menjadi motor standar. Tapi Insya Allah, para pembalap kita tidak akan mengalami kesulitan erarti dalam hal menyesuakan diri dengan tunggangannya,”terangnya.

Lebih dalam, Yayan menjelaskan, pada 9 dan 10 Agustus mendatang pihaknya akan menggelar IMIK Open Road Championship di sirkuit lingkar Cijoho. Kelas yang diperlombakan yakni MP1, MP3, MP3, pemula open, MP4 pemula open, Matic Open, dan lain sebagainya.

“Kejuaraan IMIK ini akan melibatkan banyak pembalap luar daerah. Dalam even itu, pembalap kita juga akan diturunkan, ini salah satu sarana bagi mereka untuk mematangkan diri menuju laga Porda,”jelasnya. (KN)


KUNINGAN - Kesadaran masyarakat Kuningan untuk mengeluarkan zakat hartanya atau zakat mal, sudah sangat tinggi. Namun, sebagian besar di antaranya hingga saat ini belum terbiasa menyalurkan zakat mal-nya melalui Badan Amil Zakat Nasional.

Ketua Baznas Kabupaten Kuningan Uba Sobari, menyatakan hal tersebut saat ditemui Pikiran Rakyat dalam acara penyerahan bantuan paket bahan makanan pokok dari Baznas Kuningan di Desa Cijagamulya, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Selasa (15/7/2014). Dia memprediksi nilai zakat harta yang dikeluarkan masyarakat Kabupaten Kuningan setiap tahunnya mencapai ratusan miliar rupiah.

"Namun, pengeluaran zakat harta masyarakat di Kuningan sebagian besar masih terbiasa dilakukan langsung dengan memberikan santunan kepada fakir miskin di sekitar tempat tinggal atau tempat aktivitas masing-masing. Tidak melalui badan amil zakat," kata Uba Sobari.

Melalui acara itu sendiri, Baznas Kuningan menyalurkan 106 paket bahan makanan pokok kepada fakir miskin di desa Cijagamulya. Paket tersebut, menurut Uba Sobari, bersumber dari zakat mal masyarakat Kuningan yang terhimpun Baznas pada tahun anggaran 2013.

Uba Sobari, menambahkan, sebelumnya pada tahun 2014 pihaknya juga telah menyalurkan paket serupa bersumber dari zakat mal tahun 2013 kepada masyarakat di beberapa kecamatan lainnya.

Di antaranya, di Kecamatan Cilebak dan Pasawahan. "Paket bahan makanan pokok Baznas yang diserahkan hari ini, merupakan paket yang ke-500 selama tahun 2014," kata Uba Sobari.

Ditanya nilai zakat mal yang terhimpun Baznas Kuningan, Uba Sobari menyebutkan, pada tahun 2013 Baznas Kuningan berhasil menghimpun sekitar Rp 2,3 miliar.

"Sekitar 90 persen di antaranya bersumber dari zakat profesi PNS di lingkup Pemerintah Kabupaten Kuningan. Sekitar 10 persennya dari zakat mal masyarakat," katanya, seraya mengimbau kepada masyarakat yang sudah mustahik agar menyalurkan zakat mal-nya melalui Baznas.

"Semua zakat yang kami terima pasti kami salurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Apalagi biaya operasional Bazasnas Kuningan sudah ditanggung dari Pemmerintah Daerah Kuningan," ujarnya.

Terkait dengan itu, Uba Sobari dalam acara tersebut sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kuningan, Utje Choeriah Hamid Suganda yang selama ini telah membantu pihaknya mendorong zakat mal PNS melalui Baznas.

Sementara itu, penyerahan paket bahan makanan pokok dari Baznas di Desa Cijagamulya itu sendiri, dihadiri dan secara simbolis dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan Utje Choeriah Hamid Suganda.

Acara itu, juga disaksikan Camat Ciawigedang Jojo Juharsa, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kuningan Toto Toharudin, kepala desa dan jajaran pemerintahan desa, serta tokoh masyarakat Desa Cijagamulya.

Bupati Kuningan Utje Choeriah Hamid Suganda, dalam acara itu menyatakan, dirinya juga akan terus mengimbau dan mengajak masyarakat yang sudah mustahik untuk mengeluarkan zakat hartanya.

"Saya juga akan terus mengimbau kepada masyarakat agar menyalurkan zakatnya melalui Baznas. Tujuannya, supaya zakat yang dikeluarkan masyarakat, benar-benar tersalurkan dan bisa dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat yang berhak menerimanya," kata Utje. (PRLM)

KUNINGAN - Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda membuka seminar Strategi menembus  Jurnal Nasional  Terakreditasi dan Internasional berprestasi   Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan (UNIKU) di Gedung Student Center Iman Hidayat pada Senin (14/7). Seminar  tersebut menghadirkan 2 orang pembicara yaitu DR. Joseph Gril dari University of Monpellir II, Prancis dan  Prof. DR.IR Yusuf Sudo Hadi, M. Arg guru besar Institut Pertanian Bogor.

Ilham Adhya S.Hut, M.Si  selaku ketua panitia menuturkan bahwa tujuan acara seminar tersebut adalah untukmenambha pengetahuan mahasiswa kehutanan Universitas Kuningan dalam menulis jurnal nasional maupun Internasional. Sedangkan Rektor Universitas Kuningan  DR H Iskandar MM menyambut gembira pelaksanaan acara seminar tersebut dan  juga kedatangan dua nara sumber yang merupakan para ahli dibidangnya “ apresiasi yang setinggi-tingginya kedapa teman-teman Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan  dan juga pemerintah Kabupaten Kuningan atas dukungannya “ Kata Rektor Uniku.

Sementara itu Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda  dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada DR. Joseph Gril dari University of Monpellir II, Prancis dan  Prof. DR.IR Yusuf Sudo Hadi, M. Arg guru besar Institut Pertanian Bogor yang akan menjadi narasumber dalam acara seminar tersebut.  

Bupati Kuningan juga berharap dengan acara seminar tersebut Universitas Kuningan dapat meningkatkan kualitasnya “Karena pada saat ini akan banyak tantangan yang dihadapi, Peningkatan Kualitas  sarana dan prasarana, peningkatan kulitas dosen dan kesejahteraan karyawan merupakan hal yang harus dilakukan selain  acara-acaa seminar seperti ini dalam mempersiapan seluruh civitas UNIKU dalam mengahadapi tantangan di era global seperti ini” kata Bupati Kuningan


KUNINGAN – Akhir pekan lalu, Desa Mekarjaya Kecamatan Cidahu yang merupakan lokasi Transmigrasi Lokal (Translok) mengalami kelangkaan air. Hal ini, disebabkan oleh rusaknya mesin pompa serta pipa air desa setempat.

Setelah mendapatkan informasi ini, Bupati Kuningan Hj Utje CH Suganda, MAP langsung bertindak. Ia mengintruksikan Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (DTRCK) beserta Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk mengatasinya.

Tanpa menunggu waktu lama, tim langsung diterjunkan dengan membawa 7 tanki air bersih untuk sekitar 400 warga translok tersebut. Selain itu, tim yang dibantu oleh aparat kecamatan beserta warga memasang mesin pompa air kemudian mengalirkannya ke rumah-rumah warga.

“Iya jadi awalnya, saat Bupati berkunjung ke kantor kami (Dinas TRCK, red), beliau mengintruksikan untuk meninjau Desa Translok Mekarjaya yang mengalami kesulitan air,”kata Kepala DTRCK, H Lili Suherli, M.Si, Senin (7/7/2014) menjelaskan.

Ternyata kata Lili, mesin pompa air desa tersebut rusak. Pihaknya langsung menggantinya dengan yang baru. Sekarang ini, persialan airnya sudah teratasi.

“Alhamdulillah sudah teratasi. Kita bekerjasama dengan PDAM. Saya dan Pak Deni Erlanda (Dirut PDAM, red) sudah turun ke lapangan dan memberikan sekitar 7 tanki air bersih,”terangnya.(KN)