KABAR CIREBON
INDRAMAYU
MAJALENGKA
CIREBON
KUNINGAN
JABAR
WONG CILIK
Seni Budaya
Kuliner
CIREBON
CIREBON - Oknum Kuwu (Kepala Desa) Astanajapura, Astanajapura, Kabupaten Cirebon berinisial B menjadi buronan setelah kabur saat polisi mengerebek aksi perjudian di sebuah pos kamling di desa tersebut, Senin (14/72014) dini hari. Tidak hanya diduga ikut terlibat, B juga diduga menjadi otak aksi perjudian menjelang waktu sahur itu.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Cirebon Mikranuddin Syahputra melalui Kepala Bagian Operasi Dudu Setiawan mengatakan, penggerebekan aksi perjudian tersebut berawal dari laporan masyarakat yang merasa risih melihat para pelaku melakukan perbuatan haram di bulan suci. "Saat kami gerebek, ada empat pelaku yang tengah bermain judi kartu remi," kata Dudu di Mapolres Cirebon, Kamis (17/7/2014).
Dudu menambahkan, dua pelaku D (53) dan Bis (30) berhasil diamankan. Namun dua pelaku lain termasuk terduga oknum Kuwu melarikan diri dari kejaran petugas.
Meskipun demikian dugaan keterlibatan Kuwu B yang masih aktif menjabat itu hampir bisa dipastikan, karena dua pelaku yang tertangkap membenarkan hal itu. Bahkan tersangka D mengaku ikut main judi, karena diajak sang kuwu.
Selain dua tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti satu set kartu remi serta uang tunai Rp 1,5juta yang dijadikan barang taruhan. Pelaku akan dijerat pasal 303 pidana tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.
Sementara itu tersangka D mengaku tak sengaja ikut berjudi saat lewat di depan pos kamling. "Saya dipanggil pak kuwu dan diajak main. Katanya sambil nunggu sahur, ya saya berani ikutan karena kuwu juga main," ujarnya.
Menurut D, permainan judi tersebut hanya berawal dari iseng. Namun untuk membuat permainan lebih menarik, mereka akhirnya bertaruh Rp 5000 setiap permainan.
Senada dengan D, Bis juga mengaku ikut bermain karena Kuwu B menjamin kerahasiaan dan keamanan mereka. Ia tak pernah menyangka bahwa aksi tersebut bisa tercium polisi yang kemudian menggerebek tempat itu.
Bis menambahkan, perjudian itu sudah sejak lama mereka.lakukan. Namun memasuki Ramadan, perjudian digelar hampir setiap malam sejak pukul 23.00 WIB sampe waktu sahur.
Bis mengaku ia tertarik berjudi demi mendapatkan uang untuk keperluan lebaran anak dan istrinya. Soalnya pekerjaan serabutan yang ia lakukan selama ini tengah lesu. (PRLM)
CIREBON - Tim seleksi lelang terbuka (open bidding) jabatan di lingkungan Pemkab Cirebon memutuskan tiga peserta terbaik. Lelang terbuka dari masing-masing formasi ini untuk menempati posisi sembilan kepala dinas dan direktur rumah sakit. Nama-nama peserta yang lulus itu pun diumumkan secara terbuka kepada khalayak ramai.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cirebon selaku tim seleksi, Supadi Priyatna mengatakan, berdasarkan seleksi administrasi, uji kompetensi, dan wawancara, diambil tiga peserta terbaik dari masing-masing formasi. Tiga peserta terbaik itu kemudian diusulkan ke bupati agar satu di antaranya dipilih sebagai pejabat yang akan menempati posisi kepala dinas atau direktur rumah sakit.
"Jadi kami di timsel hanya sebatas menyeleksi. Yang memutuskan tetap bupati," ujar Supadi di Sumber, Kamis (17/7/2014).
Tiga orang terbaik di masing-masing formasi itu, kata Supadi benar-benar telah memenuhi syarat. Timsel, kata dia, tak sewenang-wenang meluluskan peserta apabila peserta bersangkutan tak memenuhi syarat.
Pemkab Cirebon melakukan open bidding untuk sembilan jabatan setingkat eselon IIb di lingkungan Pemkab Cirebon. Kesembilan jabatan yang dilelang itu adalah Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK), Kepala Badan Lingkuhan Hidup Daerah (BLHD), Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (DPSDAP), Kepala Dinas Sosial (Dinsos), dan Direktur RSUD Waled.
Lelang diikuti 42 peserta yang merupakan pejabat eselon II dan III Pemkab Cirebon. Namun dari 42 pendaftar, hanya 40 yang ikut uji kompetensi. (Tribun)
CIREBON - Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Cirebon menggelontorkan Rp 3,04 miliar untuk para pensiunan pegawai Pemkab Cirebon. Dana sebesar itu diperuntukkan bagi 95 pensiunan tahun 2011 dan 2012, dan 95 pensiunan 2013.
Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi mengatakan, dana itu diberikan untuk membantu kesejahteraan para pensiunan selepas masa bakti di Kabupaten Cirebon. "Nilainya memang tidak seberapa, tapi mudah-mudahan dapat menjadi bekal di masa tua," ujarnya seusai memberikan bantuan kesejahteraan kepada para pensiunan di Setda Kabupaten Cirebon di Sumber, Kamis (17/7/2014).
Menurut Sunjaya, para pensiunan sudah mengabdikan diri untuk pembangunan Kabupaten Cirebon. Setelah pensiun diharapkan karya-karyanya tidak berakhir, tapi tetap berkarya di masyarakat.
"Beliau-beliau itu harus beradaptasi dengan lingkungan masyarakat, dan berkegiatan di masyarakat. Jangan cuma mengandalkan uang pensiunan, tapi diharapkan punya karya lain," kata Sunjaya.
Dari total Rp 3,04 miliar, sebesar Rp 1,425 miliar di antaranya untuk 95 pensiunan 2011/2012, dan Rp 1,615 miliar untuk 95 pensiunan 2013. Sementara hingga kemarin, bantuan kesejahteraan Korpri untuk pensiunan pegawai Pemkab Kabupaten Cirebon mencapai Rp 13.666 miliar. (tribun)
CIREBON - Tingkat partisipasi pemilih dalam Pilpres 2014 di Kota Cirebon tinggi. Dari 233.774 orang yang terdaftar sebagai pemilih tetap (DPT), sebanyak 171.864 di antaranya atau setara 73,52 persen menggunakan hak pilih.
Tingginya angka partisipasi pemilih di Kota Cirebon memang bukan hanya terjadi dalam Pilpres. Pada Pileg 9 April, angka partisipasi pemilih juga tinggi. Persentasenya mencapai 73 persen atau tak jauh berbeda dengan Pilpres.
Wali Kota Cirebon, Ano Sutrisno memang selalu mewanti-wanti kepada warga Kota Cirebon yang telah memiliki hak pilih agar menggunakannya saat Pileg maupun Pilpres. Dia juga mengajak semua pihak menyukseskan Pemilu, agar tak banyak yang golput.
"Golput itu rugi. Lebih baik gunakan hak pilih untuk menentukan nasib bangsa ini," ujar Ano sebelum Pemilu. (tribun)
CIREBON - Sebuah pabrik dan gudang kue kering yang berlokasi di Desa Cipeujeuh Wetan Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, Rabu (16/7) sekitar pukul 00.30 WIB, ludes terbakar. Diduga api berasal dari konsleting listrik. Meski tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.
Informasi yang dihimpun dilokasi kejadian menyebutkan kebakaran yang meluluhlantaan pabrik dan gudang kue milik Susanto diduga karena konsleting listrik. Pertama kali yang mengetahui kejadian kebakaran tersebut Sa'adah, karyawan dari Susanto. Saat itu Sa'adah meminta pertolongan warga sekitar.
Api baru bisa dipadamkan setelah delapan unit mobil kebakaran dari Damkar Lemahabang dibantu Damkar dari Ciledug ikut dikerahkan.
Kuwu Desa Cipeujeuhwetan Suprapto mengatakan kebakaran meludeskan seluruh isi bangunan.
Sementara itu Kapolsek Lemahabang Kompol Poniman membenarkan kejadian kebakaran tersebut. "Kebakaran terjadi sekitar jam setengah satu dini hari, asal api kita belum ketahui secara pasti, hanya kita duga api berasal dari konsleting listrik," terang Poniman.
Masih menurut Poniman, pihaknya hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran tersebut. "Hingga saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki sebab-sebab kebakaran ini, untuk jumlah kerugian belum diketahui secara pasti, yang jelas kerugian ditaksir cukup besar. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa ataupun korban luka, semuanya selamat," jelas Poniman. (CNC)
CIREBON - PT. Cirebon Power Services (CPS) atau PLTU Cirebon melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menyerahkan bantuan kebutuhan sekolah dan panti bagi Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Sindanglaut Kabupaten Cirebon, Rabu (17/7).
Bantuan diserahkan langsung oleh Presiden Direktur PT. CPS, Lee Duk Sup dan diterima oleh kepala SLBN Sindanglaut Suyanto.
Suyanto kepada CNC menyampaikan rasa terimakasih atas bantuan yang dirasa sangat bermanfaat dan dibutuhkan untuk panti terutama makananan yang memang sagat sangat minim serta bantuan untuk sekolah ring it (alat dengar elektrik).
Bantuan yang diberikan berupa sembako untuk panti, kasur untuk kebutuhan panti, kursi roda sebanyak 4 buah, serta uang untuk kebutuhan panti dan sekolah untuk untuk membeli ring it (alat dengar elrktrik) dengan total bantuan keseluruhan bantuan sebanyak Rp 17 juta.
Sementara itu Presiden Direktur PT. CPS, Lee Duk Sup dalam kesempatan tersebut merasa senang karena bisa bertemu, bercengkrama dan berinteraksi langsung dengan para murid dan orang tua murid SLB.
“Kami bangga dengan kegiatan ini karena perusahaan bisa berbagi dengan masyarakat sekitar perusahaan yang kebetulan kurang beruntung,” jelasnya.
Menurutnya, pemberian bantuan tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan oleh warga sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyrakat sekitar perusahaan, baik dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan dan juga budaya. (CNC)
CIREBON - ZONA Kongkow yang berada di Jalan Pemuda Kota Cirebon menjadi salah satu tempat tujuan muda-mudi untuk berkumpul (kongkow,red) termasuk saat bulan puasa Ramadan. Di area ini, menjadi tempat singgah bagi warga Cirebon saat menunggu beduk magrib atau istilah zaman sekarang “ngabuburit”.
Lokasinya yang strategis karena terletak di depan sebuah Universitas ternama di Kota Cirebon dan juga bisa dibilang berada di jantung Kota Cirebon. Sehingga menjadi alternative bagi muda-mudi untuk menunggu berbuka puasa bersama teman ataupun pacar.
“Disini semua makanan ada mas, mulai dari es campur hingga nasi timbel dan aneka ragam makanan semua ada di sini, tinggal kita panggil pelayan dan tunggu beberapa saat makanan yang kita pesan akan terhidang di meja yang kita tempati,” kata Mila (22) salah satu mahasiswa swasta di Kota Cirebon kepada CNC saat ditemuai di Zona Kongkow bersama sejumlah rekan-rekannya, Rabu (16/7).
Dia mengatakan, bulan Ramadhan adalah bulan hikmah dan penuh berkah. Banyak hikmah, karena di bulan ini lazimnya ibadah bertambah. Bulan berkah, karena biasanya di bulan ini juga begitu banyak ajang berbagi seperti buka bersama atau sering disebut buka bareng.
“Ini buka bareng yang kedua kalinya, bersama teman-teman. Makanan disini serba murah dan terjangkau bagi anak kuliahan,”ujarnya.
Dia menjelaskan, tradisi buka bareng manfaatnya sangat banyak selain mempererat persaudaraan, buka bareng itu rasanya memang seru dan mengasyikkan. Pasalnya, ajang ini hanya terjadi sekali setahun.
“Makan bareng-barengnya sih biasa. Nuansa Ramadhannya itu loh yang istimewa,”jelasnya.
Senada dikatakan salah satu pengunjung Zona Kongkow lainya asal Kabupaten Cirebon, Anton (35) menurutnya, tempat ini cukup nyaman untuk buka puasa bersama keluarga. Karena makan disini ada dari makan ringan hingga makanan berat.
“Batagor, lotek, mpek-mpek hingga nasi dengan menu yang berda disini semua ada. Pokonya, di bulan Ramadan, setiap pedagang pasti ketiban untuk mas, teramasuk di Zona Kongkow ini, setiap harinya pasti ramai,”ujarnya. (CNC)
CIREBON - Forum Peduli Kesehatan Ibu Bayi Baru Lahir dan Anak (FP-KIBBLA) Kabupaten Cirebon melaksanakan rapat koordinasi yang dilaksanakan di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Rabu (16/7).
“Pertemuan kali ini dimaksudkan untuk membangun silaturahmi dan sinergitas antara anggota forum serta wahana evaluasi capaian sepanjang quarter,” kata Ketua FP-KIBBLA, H. Diding Karyadi usai kegiatan.
Selain itu juga kegiatan ini sebagai sarana diskusi antar anggota forum dalam mencari best practices serta merumuskan rencana kerja quarter empat FP- KIBBLA Kab. Cirebon.
“Intinya pertemuan ini memperkuat keterlibatan masyarakat yang memiliki persepsi yang sama dalam menurunkan Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Cirebon,” tambah Diding.
FP-KIBBLA, jelas Diding, terdiri dari organisasi masyarakat, kepemudaan, kewanitaan, kalangan pers, seni budaya, dan sebagainya dideklarasikan 31 Januari 2013. “Kami tetap komitmen turut mendorong upaya penurunan AKI dan AKB, apalagi tahun ini program EMAS telah memasuki ke wilayah barat Kabupaten Cirebon,” ujarnya.
Dibeberkan pula, beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh FP-KIBBLA diantaranya pembentukan kordinator kecamatan dan MKIA, merumuskan maklumat pelayanan, bersama fasilitas kesehatan, melakukan umpan balik melalui CRC, membuat film documenter dan kegiatan lainnya.
Dijelasan Diding, bahwa Kabupaten Cirebon merupakan salah satu kabupaten dengan AKI dan AKB yang cukup tinggi. Oleh karena itu sejak tahun 2012, Kabupaten Cirebon diintervensi melalui program Emas. Expanding Maternal and Neonatal (EMAS) merupakan program yang didanai oleh USAid dalam rangka membantu Indonesia untuk menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir sebesar 25%. Dalam mencapai target tersebut EMAS focus kepada Propinsi yang memiliki angka kematian ibu dan bayi baru lahir tertinggi di Indonesia, seperti Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Fokus kegiatan EMAS adalah pada intervensi peningkatan pelayanan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit dan pusat kesehatan masyarakat; serta meningkatkan system rujukankegawatdaruratan. (CNC)
CIREBON - Polres Cirebon Kota kembali kecolongan menghalau ormas yang melakukan sweeping di lokalisasi Terminal Harjamukti Kota Cirebon yang disinyalir menjadi tempat esek-esek dan mangkalnya sejumlah pekerja seks komersial (PSK) dimalam hari. Dalam aksi sweeping tersebut ribuan pil koplo jenis Tramadol dan Dektro teramasuk 595 liter tuak berhasil ditemukan di warung tersebut.
Dari hasil sweeping sendiri, ormas yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nahi Munkar (Almanar) Kota Cirebon berhasil mengamankan sedikitnya 17 drigen tuak siap edar dan ribuan pil koplo berbagai jenis. Bahkan dalam aksinya tersebut, Ormas sendiri berhasil membongkar keterlibatan seorang oknum polisi anggota Polres Ciko yang diduga kuat melindungi lokasisasi tersebut.
Hal ini terbukti dari penggerebakan tersebut, seorang oknum berinisial H, berpangkat Ajun Inspektur Satu (Aiptu) tengah asik bersama dengan beberapa orang penjual miras dan makan di sebuah warung dekat warung miras tersebut saat digrebek.
"Loh saya sudah kantongi ijin dari polisi ko, tuh, tanya kan saja ke polisinya, dia lagi makan di warung depan," ujar pemilik warung miras yang engan menyebutkan namanya itu saat ditanya anggota Ormas, Rabu (16/7).
Menariknya, saat sejumlah ormas mengeluarkan belasan derigen dari dalam warung, pemilik warung diam-diam hendak melarikan diri dan meninggalkan warungnya. Namun, diketahui oleh salah satu anggota ormas dan langsung mengejarnya untuk kembali ke tempat semula (warung,red).
Saat ormas mengkonfortir kepada oknum yang berinisial H tersebut, oknum tersebut terdengar membatah bila dirinya melindungi peredaran miras ditempat tersebut. Dia mengaku sedang bertugas mengamankan kedatangan menteri perhubungan ke Terminal Harjamukti untuk meninjau kesipan lebaran.
"Saya tidak pernah menyetujui adanya jual miras. Bohong kalo saya memback up warung itu, sama pemiliknya aja saya tidak kenal. Saya disini kebetulan aja karena lapar dan sedang tidak puasa," ujar Aiptu H kepada anggota ormas.
Sementara itu, dalam kejadian ini sendiri, Koordinator Almanar, Andi Mulya mengungkapkan dengan adanya barang bukti tersebut menunjukan bahwa miras dan obat berbahaya masih beredar luas secara bebas dan banyak di kosumsi kalangan pelajar, sekalipun adanya perda dan masuk dalam bulan puasa.
"Anda lihat kan hasilnya sendiri, kami tidak mengada-ada. Ini fakta, miras dan obat masih ada disini," jelas Andi.
Andi pun mengkritisi soal pengakuan pemilik warung dan keterangan yang berbelit dari oknum Aiptu H. Diyakininya bahwa lokalisasi terminal ini menjadi daerah yang dilindungi oleh sebagian aparat keamanan, tidak hanya polisi, melainkan juga dari satpol pp.
"Ini kan aneh, berulang kali razia dilakukan, tapi anehnya warung-warung di lokalisasi ini jarang terkena razia, bahkan ketika dirazia pun, tidak ada bukti barang yang bisa diamankan," jelas Andi.
Dia membatah, bila itu merupakan aksi sweeping yang sengaja dilakukannya, justru, kata Andi, dirinya melakukan sweeping karena tertangkapnya dua pelajar yang hendak mencuri helm di halaman parkir Masjid Raya At-Taqwa.
"Saat ditangkap mereka sedang dalam keadaan mabok. Dan setelah kami desak, akhirnya mereka menunjukan warung ini. Kami sendiri sengaja tidak melaporkan hal ini kepada polisi, karena saya yakin polisi tidak akan menindaklanjutinya dan bila kami informasikan akan datang ke warung tersebut, dipastikan akan bocor, makanya saya lapor ke polisi setelah ditemukan miras dan pil setan," ujar Andi.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis Kapolres Cirebon Kota, AKBP Dani Kustoni melalui Kapolsek Selatan Timur (Seltim), Kompol Sutisna memilih tidak berkomentar sedikitpun mengenai hal ini. Bahkan Sutisna mengungkapkan dirinya tidak percaya bila ada oknum polisi yang memback up warung tersebut.
"No comment saya soal itu. Yang jelas apapun bentuk sweeping tidak benar. Karena yang berhak melakukan razia adalah petugas kepolisian dan satpol pp. seharusnya ormas kordinasi terlebih dahulu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," pungkas Sutisna disela kesibukanya saat mengawal Menteri Perhubunga di Terminal Harjamukti. (Enon/CNC)
CIREBON - Guna memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani di wilayah Jagapura Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon, distributor Pupuk Kujang akhirnya mendistribusikan pasokan pupuk urea yang sebelumnya sempat menghilang di wilayah tersebut. Namun, sayangnya petani dihadang masalah harga.
“Harganya mencapai 260 ribu per kwintal. Padahal HET-nya hanya 180 ribu per kwintal,” kata Romli, petani setempat, saat membeli pupuk di salah satu kios pupuk yang berada di Jagapura, Rabu (16/7).
Dirinya sangat berharap pengiriman pupuk agar segera normal kembali karena sampai saat ini meskipun sudah ada beberapa kios yang di kirim namun harus mengantri bahkan langsung kehabisan sehingga masih banyak petani yang belum terlayani.
“Semoga harga pupuk bisa normal kembali karena bagi kami petani kecil yang hanya bisa mampu membeli pupuk yang bersubsidi saja kalau yang non subsidi harganya sangat berat, dan pengiriman pupuk cepat seperti dulu lagi sehingga petani Jagapura ini tidak lagi kelimpungan dalam mencari pupuk seperti saat ini,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebnon, Ali effendi, membenarkan kalau saat ini petani sangat kekurangan pupuk sehingga pihaknya terus berkordinasi dengan produsen pupuk kujang.
“Saya sangat menghimbau kepada kios-kios pupuk untuk jangan menaikan harga seenaknya sendiri karena harga dari pemerintah jenis pupuk urea sudah di patok 180 ribu perkwintal jadi kaluau ada yang menaikan sampai 230 sampai 260 kalau benar terbukti tak segan-segan akan diberikan sangsi tegas dengan mencoret ijin usahanya,” pungkasnya. (CNC)
CIREBON - Jelang pelaksanaan oprasi ketupat lodaya 2014, Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi mengadakan inspeksi mendadak (sidak) di dua perusahaan bus yang berada di Kabupaten Cirebon, Rabu (16/7).
Dari pantauan menyebutkan, perusahaan pertama yang disidak oleh Bupati adalah PO Bhinneka terletak di Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon. Bupati Cirebon dengan penuh antusias disambut sopir dan pihak PO Bhinneka. Bupati mencoba kendarai bus, dan mengecek kelaikan kendaraan satu per satu.
Kelayakan kendaraan dicek Bupati Cirebon adalah kondisi ban, mesin dan dalam bus. Tidak hanya itu saja, Bupati Cirebon juga melakukan pengecekan tempat penyimpanan onderdil, bengkel dan daftar bagian diservice pada bus. Bupati pun menyempatkan pasang stiker sebagai simbolis terhadap bus layak jalan.
Sidak yang ke dua dilakukan Bupati Cirebon ke PO Sahabat di Plered, Kabupaten Cirebon. Di lokasi ini, Bupati Cirebon disambut antusias. Dia melihat-lihat bus sedang diperbaiki. Selanjutnya lihat bus laik jalan. Di PO Sahabat, Sunjaya pun mencoba kendarai bus dan pasang stiker laik jalan di salah satu bus.
Kepada awak media, usai melakukan sidak, Bupati mengatakan sidak dua perusahan bus yang berada di Kabupaten Cirebon bertujuan untuk mengetahui secara langsung kondisi kendaraan yang akan dipergunakan mengangkut penumpang saat arus mudik dan balik nanti.
“Sebagai kepala daerah, kami punya tanggungjawab dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Cirebon maupun luar daerah yang menggunakan moda transportasi itu. Bila terjadi kecelakaan Kabupaten Cirebon yang tercoreng," kata dia.
Mencegah terjadinya kecelakaan, menurut Bupati, maka harus dengan teliti dalam menguji kelaikkan kendaraan. Bila memang tidak layak jalan, Bupati berharap kendaraan itu tidak dipaksakan untuk jalan. "Utamakan keselamatan penumpang," kata Sunjaya.
Bupati pun menyoroti mengenai prilaku sopir yang sering ugal-ugalan dijalan. Sopir diminta tidak minum minuman beralkohol atau pun pakai narkoba, agar saat menggunakan kendaraan tidak mengalami efek samping dari minuman keras dan narkoba. Karena saat alami efek samping bisa terjadi kecelakaan. “Sopir pun harus mengatur pola tidurnya, jangan suka bergadang, agar saat mengendarai kendaraannya tidak mengantuk. Kecelakaan selama ini terjadi karena sopir mengantuk, sehingga saat melaju kencang, tidak mampu kendalikan kendaraannya," kata dia.
Bupati juga berpesan dalam memberikan pelayanan kepada penumpang harus ramah dan sopan, agar jadi penumpang setia, serta Kabupaten Cirebon dikenal di luar daerah dengan baik. Lalu, mengendarai kendaraan pun tidak boleh ugal-ugalan dengan alasan sekedar mengejar setoran.
"Kalau ugal-ugalan, penumpang akan kapok karena mereka khawatir mengalami kecelakaan. Sopir bus punya tanggung jawab besar karena membawa nyawa 60 orang yang keluarganya menunggu di rumah. Maka dari itu, mari berikan pelayanan terbaik buat penumpang," kata dia. (CNC)
CIREBON - Sebuah mobil truk nopol Z 9338 T yang sedang melintas di jalan Raya Pemuda By pass Kota Cirebon mengalami pecah kaca bagian depan akibat terkena lemparan batu saat aksi tawuran antar pelajar Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) PUI dan SMK Nasional, sekitar pukul 11.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), Rabu (16/7).
Alhasil polisi bersama warga dan angota TNI yang geram dengan ulah para pelajar yang kerap melakukan tawuran di jalan tersebut pun melakuan penangkapan terhadap para pelajar dari dua sekolah tersebut.
Sedikitnya 17 pelajar berhasil diamankan dan digiring ke Mapolsek Utara Barat (Utbar) Polres Cirebon Kota untuk diberikan pembinaan dan pertanggungjawaban atas kerusakan yang dialami truk tersebut.
Informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP), menyebutkan, awalnya tawuran pecah di pertigaan Jalan Perjuangan By Pass depan kantor Bappeda. Kedua kelompok pelajar saling serang dengan batu.
Nahas dialami truk bermuatan penuh yang datang dari arah Jawa Tengah (Jateng) menuju Jakarta itu terkena lemparan batu, akibatnya kaca depannya mobil hancur. Kejadian tersebut tak ayal memancing kemarahan warga yang melintas dan mereka berusaha mengejar pelajar yang berlarian ke arah perempatan Jalan Pemuda.
Tidak jauh dari lampu merah, mereka kembali terlibat tawuran. Warga pun habis kesabaran, bersama sejumlah aparat berpakaian preman mereka menangkap para pelajar satu persatu dan digiring ke Makorem 0630/SGJ Cirebon.
"Kami sudah kesal dengan pelajar-pelajar tersebut karena di sini kerap dijadikan tempat tawuran," ujar Aanton (35) seorang PKL yang berjualan di dekat lampu merah Pemuda.
Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Dani Kustoni melalui Kapolsek Utara Barat AKP Luhut Sitohang membenarkan adanya aksi tawuran antara SMK PUI dengan SMK Nasioanal yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di lampu merah Pemuda. Dalam kejadian itu, 17 pelajar PUI diamankan warga.
"Siswa yang diamankan warga selanjutnya dibawa ke Markas Korem 063/SGJ, sebelum kemudian dibawa ke Polsek Utbar," jelasnya Dikatakanya, pasca tawuran antar pelajar tersebut pihaknya memanggil orang tua maupun guru siswa bersangkutan sebagai bentuk pertanggungjawaban. Pasalnya, beberapa unit mobil rusak akibat terkena lemparan batu.
“Kami data dan dimintai surat pernyataan untuk tidak mengulangi kembali, sekaligus untuk mempertanggungjawabkan adanya kerusakan mobil yang terkena lemparan batu oleh para pelajar. (CNC)
JAKARTA -Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar hukum pemberian gaji/tunjangan/pensiun ke-13 kepada para abdi negara. Peraturan turunannya dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk pencairan juga telah diterbitkan.
Namun, ternyata tidak semua abdi negara, yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) Anggota Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun/Tunjangan mendapatkan gaji ke-13 pada Juli atau sebelum Idul Fitri. Ada yang harus menerima setelahnya.
"Artinya itu dibayarkan pada Juli. Kalau belum sempat bayar bulan Juli, boleh setelah Juli. Itu maksudnya," kata Sekjen Kemenkeu Kiagus Badaruddin saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (16/7/2014) malam.
Salah satu penyebabnya adalah keterlambatan Satuan Kerja (Satker) dalam mengajukan pencairan ke Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu. "Bunyi peraturannya itu gaji ke-13 dilaksanakan Juli. Pernyataan dari Kemenkeu bahwa dibayarkan Juli itu idealnya. Tetapi kalau nggak sempat dibayarkan Juli, boleh dibayarkan setelahnya," jelas Badaruddin.
Namun, menurut Badaruddin, porsi pencairan setelah Juli hanya sedikit. Kecenderungan berasal dari daerah. "Biasanya Juli, nanti sedikit lah setelah Juli," ujarnya.
Meski dibayarkan setelah Juli, ia memastikan gaji ke 13 pasti akan dicairkan. "Pemberiannya berdasarkan daftar gaji Juni. Jadi walau dibayar Agustus nanti, tetap yang berlaku adalah Juni," terangnya.
Dalam PP No 53/2014 yang menjadi dasar pemberian gaji/tunjangan/pensiun ke-13 untuk tahun ini, di pasal 4 ayat 2 disebutkan bahwa dalam hal pemberian gaji/tunjangan/pensiun ke-13 belum dapat dibayarkan Juli, maka pembayaran dilakukan setelahnya. (detiknet)
CIREBON - Menteri Perhubungan, EE Mangindaan mengatakan, pada H-4 Lebaran tak boleh ada truk dua sumbu melintas. Truk, kata dia, agar istirahat sejenak hingga musim mudik dan balik Lebaran selesai.
"Kecuali pengangkut sembako, kebutuhan lebaran, bbm, dan jasa pengiriman barang," katanya saat kunjungan kerja ke Cirebon, Rabu (16/7).
Mangindaan juga mengingatkan kepada Pemda agar ikut menyukseskan mudik. Sepanjang jalur mudik dijaga agar lancar, terutama pasar tumpah.
"Kios dipindah ke dalam mungkin agak susah. Tapi setidaknya jangan biarkan kios menghadap jalan. Kemudian angkutan umum dan becak juga jangan ngetem," katanya.
Untuk penerangan jalan Pantura, Mangindaan mengatakan sudah terang. PJU sudah dipasang. Rambu-rambu juga akan dilengkapi dalam waktu dekat. (roh)
CIREBON, TRIBUN - Kementerian Perhubungan berharap jumlah pemudik dengan sepeda motor pada tahun ini berkurang. Ini agar kecelakaan pesepeda motor berkurang, mengingat pemudik dengan sepeda motor rawan terjadi kecelakaan.
Menteri Perhubungan, EE Mangindaan mengatakan, dari tahun ke tahun pemudik dengan sepeda motor paling banyak menjadi korban kecelakaan. "Karena itu pada tahun ini kami terus menekan. Ada kereta api, kapal, bus yang bisa digunakan untuk mudik," ujarnya saat kunjungan kerja ke Cirebon, Rabu (16/7).
Namun, kata Menhub, bila masyarakat sudah terlanjur akan mudik dengan sepeda motor, ia mengimbau agar tidak ngebut. Kecepatan kendaraan pun jangan jauh dari angka 40 km per jam.
"Nanti juga pemudik sepeda motor akan dikawal korlantas. Semua biar tertib dan jangan ngebut meski jalanan sepi," kata Mangindaan. (tribun)
CIREBON - Menteri Perhubungan, EE Mangindaan mengatakan, pemerintah menyediakan dua kapal ro ro untuk mudik ke Cirebon. Kapal tersebut gratis, dan berangkat 23 dan 25 Juli dari Tanjung Priuk.
Kapal ro ro itu, katanya, berkapasitas 1.000 penumpang. Sayang hingga kini, baru 30 persen yang mendaftar sebagai peserta mudik ke Cirebon. "Kalau ke kota lain sudah penuh. Ke Semarang penuh, ke Lampung juga penuh, hanya ke Cirebon yang masih sepi," katanya saat kunjungan kerja ke Cirebon, Rabu (16/7).
Mangindaan menduga, sepinya peminat mudik dengan kapal ro ro ke Cirebon karena ini baru pertama kali. Masyarakat, kata dia, belum tahu dan terbiasa sehingga banyak yang belum daftar. Namun ia berharap hingga hari H mudik, banyak warga yang menggunakan kapal ro ro.
Pada dasarnya, kata Mangindaan, semua moda transportasi siap digunakan untuk mudik. Bahkan tiket kereta api sudah terjual habis jauh-jauh hari. "Ada kenaikan permintaan tiket kereta, kapal, pesawat, dan bus. Rata-rata sekitar 5 persen," ujarnya. (tribun)
CIREBON - Manager Divisi Umum Bhinneka, Karsono mengatakan, untuk mudik dan balik Lebaran, Bhinneka menyediakan 250 armada. Semua siap digunakan, dan berada di tiga pool yakni Cirebon, Bandung, dan Bekasi.
"Yang di Cirebon ada 100 armada, termasuk bus pariwisata yang siap diperbantukan jika dibutuhkan," katanya, saat sidak bupati ke pool Bhinneka Jalan Pilang, Cirebon, Rabu (16/7).
Karsono mengklaim semua bus yang dioperasikan adalah bus yang laik jalan. Pihaknya melakukan pemeriksaan rutin, bukan hanya menjelang mudik tapi juga setiap hari.
"Sopir juga begitu. Kesehatannya kami perhatikan karena jangan sampai karena kelalaian sopir malah mencelakakan orang lain. Apalagi Pak Menteri (Perhubungan) juga ingin zero accident," kata Karsono.
Terpisah, Kepala Operasional Sahabat, Sunarto mengatakan, Sahabat akan mengoperasikan 160 armada untuk kebutuhan mudik dan balik Lebaran tahun ini. 70 persen armada reguler dan 30 persen armada pariwisata.
"Semua sudah siap dan laik dijalankan. Sopir juga siap, dan hanya yang sehat yang diperbolehkan mengemudi," kata Sunarto. (tribun)
CIREBON - Stok darah lengkap (whole blood) di unit donor darah PMI Kota Cirebon kosong melompong, Rabu (16/7/2014). Unit donor PMI sampai meminta bantuan kiriman darah dari PMI DKI Jakarta dan Bandung sebanyak 450 labu.
Menurut Direktur Unit Donor Darah PMI Kota Cirebon Sugianto Suhana, permintaan bantuan tersebut merupakan permintaan paling banyak dalam beberapa tahun terakhir ini.
"Permintaan bantuan saat puasa biasanya paling banyak 300 labu. Tapi sekarang sampai minta 450 kantung. Namun bantuan itu pun sudah tidak tersisa lagi," katanya.
Menurut dia, untuk stok darah lengkap memang kosong sama sekali. Namun untuk stok darah merah masih 199 kantung untuk golongan darah B dan O, sedangkan A dan AB kosong.
"Untuk stok trombosit tersisa 47 kantung untuk golongan darah A, B, O dan AB," tukasnya.
Kekosongan stok darah disebabkan, sepinya pendonor darah bersamaan dengan bulan puasa. Selama puasa, kegiatan donor darah turun drastis.
"Kekosongan stok terjadi, karena yang masuk dengan yang keluar tidak seimbang. Padahal kebutuhan akan darah, selalu tinggi," katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut bukan hanya dialami PMI Kota Cirebon, tetapi hampir semua PMI mengalami kekosongan stok.
"PMI Bandung sudah menutup permintaan bantuan darah dari kami, karena memang mengalami kondisi yang sama," katanya. (PRLM)
CIREBON - DPD PKS Kabupaten Cirebon melalui ketua bidang Humas Arif Rahman mengakui kalau perolehan suara untuk pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusung partainya yaitu pasangan Prabowo Subianto dan Hatta RaJasa, jauh dari harapan yang diinginkan.
“Untuk Kabupaten Cirebon kita kalah dari pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla,” ujar Arif Rahman saat dikonfirmasi melalui saluran telpon selulernya, Selasa (15/7).
Disinggung perolehan suara yang diperoleh pasangan Prabowo-Hatta, Arif enggan untuk membeberkannya, dirinya memilih untuk menunggu hasil resmi yang dikeluarkan oleh KPU dalam rekapitulasi yang akan dilaksanakan hari ini (Rabu, 16/7) di gedung DPRD Kabupaten Cirebon. “Kita sudah tau hasil dari saksi yang kita pasang disetiap TPS, dan kita akan terus pertahankan perolehan suara tersebut sampai tahapan pleno KPU, supaya tidak ada perubahan,” katanya.
Arif yang juga sebagai anggota DPRD Kabupaten Cirebon tersebut juga mengatakan kesiapan pihaknya untuk menghadapi sidang pleno KPU dalam rangka penghitungan rekapitulasi hasil Pilpres 9 Juli silam, dengan data yang diperoleh dari Saksi baik tingkat TPS, PPS, dan PPK se Kabupaten Cirebon.
“Data C1 dari TPS, D1 dari PPS dan juga DA1 dari PPK sudah kita pegang semua, dan kita akan pertahankan perolehan sura yang didapat dari masing-masing pasangan Calon Capres dan Cawapres,” tandasnya.
Arif juga mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan tempat untuk pelaksanaan rapat Pleno KPU Kabupaten Cirebon, dengan agenda rekapitulasi perolehan suara Pilpres tingkat Kabupaten Cirebon yang dilaksanakan di gedung DPRD Kabupaten Cirebon, karena gedung DPRD dinilai lebih nyaman dibandingkan di Kantor KPU atau asrama Haji yang bisa digunakan untuk rapat pleno KPUD.
Sementara data yang berhasil dihimpun dari DPC PDI-P Kabupaten Cirebon, dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon, pasangan Jokowi-JK hampir menyapu bersih di semua kecamatan, kecamatan Karangwareng menjadi kecamatan tertinggi penyumbang suara terbanyak dengan 10.083 atau 73%. pasangan Jokowi – JK secara keseluruhan mendapatkan 654.289 suara atau sekitar 61.28 % sedangkan pasangan Prabowo – Hatta hanya memperoleh suara 413.418 atau sekitar 38.72 % dari 1.067.707 suara sah.
CIREBON - Kecalakaan lalu lintas di Jalur pantura kembali terjadi, kali ini nasib naas dialami oleh seorang pelajar yang bernama Desi (22) warga Kampung Seronge Desa Cilangkap Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi, tewas ditempat setelah diserempet sebuah truk, di Jl Palimanan-Cirebon, tepatnya di Desa Gombang Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon, Selasa (15/7) sekitar pukul 14.00 Wib.
Informasi yang berhasil dihimpun dari pihak kepolisian menyebutkan, kecelakaan yang menimpa Desi tersebut berawal ketika dirinya dibonceng oleg Yusuf (24) warga Desa Karang Mulya Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon, dan melintasi jalur pantura tersebut.
Sesampainya di lokasi kejadian, sepeda motor Yamaha dengan nopol E 3107 MY yang dikemudikan Yusuf tiba-tiba diserempet oleh truk yang datang dari arah Palimanan menuju Cirebon dengan kecepatan tinggi. Seketika itu pula Yusuf dan Desi pun terjatuh, sementara truk yang belum diketahui identitasnya tersebut berhasil melarikan diri.
Nyawa Desi tidak bisa ditolong saat akan dibawa ke RSUD Gunung Jati, sementara Yusuf pun mengalami luka yang cukup serius dan harus mendapatkan perawatan tim medis.
Kapolres Cirebon AKBP Irman Sugema melalui Kasat Lantas AKP Erwin Syah melalui Kanit Urlaka IPTU Tahir Muhidin membenarkan adanya lakalantas tersebut, sejauh ini pihaknya juga masih melakukan penyidikan terhadap kejadian lakalantas tersbut.
“Benar ada lakalantas tersebut, namun truk yang mengakibatkan kecelakaan melarikan diri,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui saluran telphonnya.
Kronologis kejadian sendiri, menurut Tahir, saat kendaraan sepeda motor yang dikemudikan Yusuf yang juga berboncengan dengan Desi datang dari arah Palimanan menuju Cirebon, saat sampai dilokasi kejadian, diduga truk yang menyrempet dalam kecepatan tinggi dan langsung kabur meninggalkan korbannya.
“Kami hanya bisa menghimbau kepada pengguna jalan, agar senantiasa berhati-hati dan selalu waspada, serta menaati peraturan yang ada, sehingga dapat menurunkan resiko kecelakaan di jalan raya,” tandasnya. (CNC)
Langganan:
Postingan (Atom)
FIND US ON FACEBOOK
Popular Posts
-
CIREBON – Unit Reskrim Polsekta Cirebon Utara Barat berhasil meringkus dua pelaku perampasan sepeda motor (Begal) yang terjadi di Jl Kesambi...
-
KEJAKSAN, (CNC).- Pemerintah Kota Cirebon akan segera mengubah Bank Pasar menjadi PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Cirebon. Kepastian terseb...
-
Tak jarang, antara benda yang satu dengan yang lainnya memiliki kesamaan nama, termasuk desa. Ternyata, ada beberapa nama desa di Kabupaten ...
-
CIREBON - Menjelang PPDB permintaan seragam sekolah terus meningkat. Salah satu toko perlengkapan sekolah di Jl Lawanggada, misalnya, terlih...
-
CIREBON - Seni Burok adalah salah satu kesenian rakyat yang sangat terkenal dan digemari di kalangan masyarakat Brebes dan sekitar Cirebon. ...
-
MAJALENGKA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Majalengka menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun...
-
GEBANG, (CNC).- Bus Garuda Mas menabrak sebuah truk gadengan pengangkut barang elektronik di jalur Pantura tepatnya di Blok Bunut Desa Geban...
-
Komunitas Cirebon : Ilustrasi MagicLamp Fingerboard Cirebon Hobi dan Ketertarikan: Fingerboard Seni memainkan trick di papan ukuran mini...
-
Bila suatu ketika kita berkunjung ke daerah Indramayu, tidak jauh dari Pantai Eretan Wetan, di sepanjang lajur sebelah kanan by pass dari ar...
-
Telaga Remis sebuah obyek wisata terletak di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Jaraknya ±37 km ke arah utar...



















.jpg)